Gusmiyadi, anggota DPRD Sumut dari fraksi Gerindra saat meninjau jalan (IDN Times/Patiar Manurung)
Terpisah, anggota DPRD Sumatera Utara Gusmiyadi, yang datang meninjau jembatan ambruk, mengaku kesal dengan kinerja Pemerintah Provinsi Sumut selaku penanggung jawab provinsi.
Ia berpendapat, rencana konstruksi bangunan dan dampak dari putusnya akses, telah dianalisa pemerintah. Namun dia menyayangkan apa yang dikerjakan rusak berulang-ulang, tentu fatal dampaknya, termasuk adanya pemborosan anggaran.
Sekretaris Fraksi Gerindra Sumut itu mengaku bahwa dua bulan yang lalu juga sudah meninjau jalan rusak ini. Sempat memprotes kinerja Pemerintah Provinsi Sumut. Namun, faktanya jembatan itu kembali ambruk.
"Kita lihat jembatan putus kembali. Tampaknya bisa kita katakan pemerintah gagal dalam proses pembangunan ini. Anggaran yang di keluarkan sudah cukup banyak, tampaknya sampai hari ini pekerjaan yang sudah dilakukan pemerintah gagal total," kata anggota Komisi DPRD Sumut itu dengan tegas.
Oleh karena itu, Gusmiyadi bertindak menyampaikan persoalan jembatan ambruk berulang kali itu ke Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. "Sikap saya ini akan saya sampaikan ke Gubernur. Kita akan bicara dengan mereka, kita akan menunjukkan kekecewaan kita terhadap apa yang dikerjakan oleh pemerintah sejauh ini dan ini kita tujukan untuk mendorong pemerintah untuk serius lagi menyelesaikan persoalan itu," tegasnya.