Pagar DPRD Sumut dirobohkan massa aksi (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Selusin tuntutan mahasiswa kepada wakil rakyat diiringi dengan aksi simbolik. Mereka membawa tikus-tikus mati lengkap dengan perangkapnya. Kemudian tikus itu dilempar ke dalam gedung DPR. Mereka mengibaratkan bahwa tikus-tikus itu merupakan representasi perilaku korup pemerintah.
"Tuntutan kami berikutnya yang pasti adalah agar DPR segera membatalkan UU TNI. Ini adalah bentuk menolak kembalinya dwifungsi militer yang bertentangan dengan semangat reformasi. Kemudian kami juga menolak RUU Polri. Karena jika disahkan, maka terjadi perluasan kewenangan berlebihan yang mengancam demokrasi dan kebebasan sipil. Ini hanya menaikkan pamor Polri, menaikkan represifitas mereka," sebut mahasiswa USU.
Tak sampai di situ, isu daerah juga dibawakan massa aksi. Bahkan nama Bobby Nasution selaku Gubernur Sumatera Utara juga dibawa-bawa.
"Usut kasus korupsi di Sumut! Mulai dari UMKM Center, pembangunan jalan, Lapangan Merdeka, hingga Stadion Teladan. Kalau perlu Bobby harus diperiksa. Dan terakhir, tuntutan kami yang ke selusin adalah evaluasi kepemimpinan Gubernur Sumut. Karena ada kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Itulah selusin tuntutan yang kami sampaikan kepada DPRD Sumut," pungkasnya.