Rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (Dokumentasi warga untuk IDN Times)
Bantuan darurat dan terbatas, kata dia, baru diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penyaluran bantuan tersebut melalui helikopter.
Bupati Aceh Tamiang itu mengatakan saat ini pihaknya akan berupaya membangun posko-posko di lokasi titik kumpul pengungsian. Termasuk membuka dapur umum.
Oleh karena itu, dia berharap kepada pemerintah provinsi maupun pusat agar dapat menyalurkan bantuan lanjutan semaksimal mungkin. Khususnya bantuan beras, air bersih, makanan siap saji seperti mi instan, makanan bayi, minyak goreng, lauk, dan sebagainya.
“Karena kita mungkin 310.000 masyarakat Tamiang semua terdampak. Semua perlu makan. Minimal ini untuk rekonstruksi kita 10 hari, makanya kita butuh banyak sembako dan logistik lainnya,” ujar Armia.
Dia juga mengaku hingga kini terus menghubungi pemerintah provinsi maupun pusat untuk segera mendistribusikan bantuan ke Aceh Tamiang. Sebab, kabupaten ini terus terisolir karena akses jalan yang tidak bisa dilalui.
“Bantuan hanya bisa dicapai melalui udara atau laut,” ungkap Armia.