Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-11-29 at 20.33.54 (1).jpeg
Rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (Dokumentasi warga untuk IDN Times)

Banda Aceh, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang akhirnya menginformasikan kondisi terkini pascabanjir dan longsor melanda daerah tersebut pada Minggu (30/11/2025).

“Hari ini air baru surut, kita baru bangun posko,” kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, saat dihubungi IDN Times, Minggu.

1. Lima hari terisolir, baru bisa berkomunikasi menggunakan layanan internet satelit

ilustrasi panggilan telepon (freepik.com/pvproductions)

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi satu dari 18 daerah di Aceh yang dilanda banjir dan longsor. Daerah ini semakin terisolir usai listrik padam dan komunikasi putus sejak Rabu (26/11/2025).

Armia mengaku hingga saat ini komunikasi hanya bisa menggunakan penyedia layanan internet satelit dan belum dapat melalui telepon biasa.

“Belum bisa (telepon biasa), karena harus pakai starlink,” ujar Armia.


2. Baru dua kecamatan bisa dijangkau, 10 lain masih terisolir

Banjir melanda Aceh. (Dokumentasi Pemprov Aceh untuk IDN Times)

Bupati Aceh Tamiang menyebutkan 10 dari 12 kecamatan hingga saat ini masih terisolir. Volume air yang tinggi dan beberapa daerah masih tertutup longsor menjadi kendala.

Adapun 10 kecamatan terisolir tersebut, yakni Banda Mulia, Bandar Pusaka, Bendahara, Kejuruan Muda, Manyak Payed, Rantau, Sekerak, Seruway, Tamiang Hulu, dan Tenggulun.

Sementara, dua kecamatan mulai bisa dijangkau, seperti Karang Baru dan Kota Kualasimpang.

“Daerah yang memang benar-benar tidak bisa kita akses itu, seperti Sungai Iyu di Kecamatan Bendahara, Pulau Tiga di Kecamatan Tamiang Hulu, Babo di Kecamatan Bandar Pusaka, Seruway, dan Tenggulun,” ujar Armia.


3. Belum diketahui jumlah korban terdampak, data sementara 10 orang meninggal dunia

Rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (Dokumentasi warga untuk IDN Times)

Armia belum mengetahui secara pasti jumlah korban terdampak dari 12 kecamatan yang ada di Aceh Tamiang. Namun, ia mengatakan bahwa ada 10 orang dikabarkan meninggal dunia dalam bencana banjir dan longsor kali ini.

“Korban yang terdata, lebih kurang ada 10 orang yang meninggal dunia. Itu bukan hanya karena hanyut, tetapi ada juga akibat longsor,” kata Bupati Aceh Tamiang itu.


4. Masih sangat terisolir dan butuh bantuan lanjutan

Rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (Dokumentasi warga untuk IDN Times)

Bantuan darurat dan terbatas, kata dia, baru diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penyaluran bantuan tersebut melalui helikopter.

Bupati Aceh Tamiang itu mengatakan saat ini pihaknya akan berupaya membangun posko-posko di lokasi titik kumpul pengungsian. Termasuk membuka dapur umum.

Oleh karena itu, dia berharap kepada pemerintah provinsi maupun pusat agar dapat menyalurkan bantuan lanjutan semaksimal mungkin. Khususnya bantuan beras, air bersih, makanan siap saji seperti mi instan, makanan bayi, minyak goreng, lauk, dan sebagainya.

“Karena kita mungkin 310.000 masyarakat Tamiang semua terdampak. Semua perlu makan. Minimal ini untuk rekonstruksi kita 10 hari, makanya kita butuh banyak sembako dan logistik lainnya,” ujar Armia.

Dia juga mengaku hingga kini terus menghubungi pemerintah provinsi maupun pusat untuk segera mendistribusikan bantuan ke Aceh Tamiang. Sebab, kabupaten ini terus terisolir karena akses jalan yang tidak bisa dilalui.

“Bantuan hanya bisa dicapai melalui udara atau laut,” ungkap Armia.


Editorial Team