Celurit dan samurai yang digunakan pelaku membacok kepala musuhnya, tampak masih ada bercak darah (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Briston menjelaskan kronologi kejadian yang sampai melukai dua orang remaja itu. Dirinya membenarkan jika penyebabnya ialah ejek-ejekan.
"Perkelahian remaja ini berawal dari saling mengejek awalnya, ya. Jadi, tersangka ini kelompok remaja anak Medan Tembung (Geng Motor Brother Family) dan korbannya merupakan kelompok anak remaja Medan Perjuangan," terang Briston.
Berawal pada hari Minggu, Briston mengatakan korban (anak Medan Perjuangan) mengantarkan seorang perempuan ke rumahnya. Dan kebetulan di dekat rumah anak perempuan, ada anak Medan Tembung yang sedang nongkrong.
"Mungkin saling ejek sehingga terjadi keributan kecil. Sehingga pada esok harinya, hari Rabu kemarin, pihak dari korban awalnya mendatangi mereka, salah satunya tersangka inisial AR. Mereka mendatangi AR waktu lagi nongkrong di warung," cerita Briston.
Korban berinisial A langsung memukul tersangka (AR) sampai diinjak-injak, kemudian kabur. Karena tidak puas, tersangka (AR) memanggil teman-temannya sambil menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam jenis sabit dan samurai.
"Mereka berboncengan 3, lalu para tersangka ini mendatangi korban yang ada di warung Kelurahan Tegalrejo, Jalan Setia Jadi. Tersangka inisial AR langsung turun mengejar korban dengan membawa senjata tajam jenis celurit. Dengan cepat AR membacok korban (A)," terang Kapolsek.