Kerusakan mangrove yang rusak dan coba ditanami kembali dibibir pantai di Kabupaten Langkat (IDN Times/ istimewa)
Menurut dia, kerusakan hutan mangrove yang terdapat di beberapa provinsi di Indonesia, adalah kesalahan dari gubernur yang tidak bisa mengelola daerahnya. Sayang, timpal dia, terpaparnya kerusakan mangrove yang ada di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, tidak diketahui bupati.
"Kalau saja mangrove di Langkat ini tidak ditebang, dirambah atau dialih fungsikan. Saya yakin tidak ada hari mangrove se-dunia, karena hutan mangrove itu rusak maka kita diingatkan untuk memperbaiki ekosistem hutan mangrove ini. Saya tadi sempat tanya Bupati Langkat, ini kebun sawit siapa? bupati jawab tidak tahu," kata Gubernur.
Lebih lanjut dijelaskan Gubernur, Sumatra Utara terdiri dari kawasan pesisir. Ada tanaman mangrove di sepanjang Pantai Barat sebanyak 545 km dan sepanjang Pantai Timur 755 km, kawasan ini merupakan kawasan mangrove yang terus diperbaiki. "Mari ke depan kita sama-sama untuk menjaganya," bebernya.