Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gerhana Matahari Hybrida, Ini 2 Lokasi dan Jam Pemantauannya di Sumut
Gerhana Matahari juga terpantau di Kota Medan, Kamis (26/12). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Medan, IDN Times - Fenomena Gerhana Matahari Hybrida diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia mulai pulau Jawa, Sulawesi, hingga Papua, Kamis (20/4/2023) besok. Gerhana matahari yang dimaksud terdiri dari Gerhana Matahari Total, Sebagian dan Cincin.

Fenomena langka ini, disambut masyarakat dengan penuh antusias untuk melihat langsung fenomena langit yang jarang terjadi ini. Di Sumatra Utara kemungkinan akan terlihat Gerhana Matahari Sebagian. Di mana tempat memantaunya?

1. Ada dua lokasi pemantauan gerhana yakni di Medan dan di Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah

Ilustrasi gerhana bulan. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Menurut Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU), Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, pihaknya telah menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk momen gerhana tersebut.

Adapun persiapan untuk melihat Gerhana pada esok hari yakni teleskop dan kacamata matahari serta dilakukan instrumen live streaming dari 2 lokasi yakni di Kota Medan dan di Kecamatan Barus, Kabupten Tapanuli Tengah.

“Persiapan lainnya ada petugas, tempat salat dan lain-lain. Karena persentase gerhana hanya sekitar 3 persen untuk wilayah Kota Medan, maka momen gerhana tersebut tidak dapat dilihat secara kasat mata jadi memakai teleskop,” jelasnya.

Kemungkinan gerhana matahari hybrida ini akan bisa disaksikan pukul

2. Pemantauan gerhana kali ini tak dibuka secara umum

Arwin mengatakan pemantauan gerhana ini tidak secara umum atau membuka untuk publik (terbatas hanya tim internal OIF saja).

Arwin menyampaikan kepada masyarakat bahwa gerhana ini merupakan fenomena langka yang sama sekali tidak berbahaya.

“Dengan catatan tidak melihat matahari secara langsung namun harus menggunakan teleskop atau kacamata matahari, tidak ada mitos dalam momen gerhana tersebut. Momen gerhana merupakan peristiwa alam dan merupakan kebesaran ciptaan Allah, disunnahkan bagi umat Islam untuk melaksanakan sholat sunat gerhana,” jelasnya.

3. Fenomena gerhana ini merupakan fenomena ke empat selama abad ke-21

Gerhana Matahari Cincin dilihat dari Nias/Instagram BMKG

Arwin menambahkan untuk Gerhana yang terjadi besok disebut gerhana Matahari Hibrida. Fenomena ini merupakan fenomena yang ke-4 di Indonesia selama abad ke-21. Sebelumnya, di tahun 2009, 2016 , 2019 dan 2023.

“Disebut Gerhana Matahari Hibrida karena gerhana Matahari ini terjadi merupakan kombinasi antara Gerhana Matahari Total dan Cincin,” ungkapnya.

“Di Indonesia, jalur total dari gerhana besok akan terjadi di Maluku, Papua Barat, dan Papua,” tutup Arwin.

4. Jam Gerhana Matahari Sebagian di Medan

Foto kolase gerhana bulan sebagian dari fase awal (kiri), puncak gerhana sebagian (kedua kanan) dan fase akhir (kanan) yang terpantau dari Denpasar, Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Dari data LAPAN, Gerhana Matahari Sebagian bisa disaksikan di Medan dengan durasi 1 jam 15 menit. Awalnya dimulai pukul 10.13 WIB, kemudian puncak Gerhana pukul 10.50 WIB dan berakhir pukul 11.28 WIB

Editorial Team