Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gegara Lagu, Warga di Langkat Tewas dengan 8 Kali Tusukan Sajam
Adegang kasus pembunuhan gegara lagu yang diperagakan pelaku di aula Bhayangkara Polres Langkat (IDN Times/ istimewa)
  • Pihak kepolisian Polsek Padang Tualang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Langkat, Sumatera Utara.
  • Rekonstruksi dihadiri oleh keluarga korban, JPU, penasihat hukum, dan saksi yang memberikan keterangan.
  • Pelaku berinisial HV memperagakan 12 adegan pembunuhan terhadap Ajuanda Ginting Munte di sebuah pesta pernikahan tetangga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Langkat, IDN Times - Polsek Padang Tualang, menggelar rekonstruksi kasus tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Dusun Kampung I, Desa Mekar Sawit, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Guna menghindari potensi gangguan keamanan. Peristiwa pembunuhan yang terjadi pada hari Jumat tanggal 22 Desember 2024 sekitar pukul 23.30 WIB lalu. Pihak kepolisian melakukan setiap adegang di Aula Bhadaraksa Polres Langkat, Jumat (31/1/2025).

1. Terungkap motif pembunuhan gegara nsebuah tembang lagu

Ilustrasi penjara. (Dok.IDN Times)

Selama rekonstruksi berlangsung, pihak keluarga korban hadir untuk menyaksikan jalannya adegan. Rekonstruksi ini juga disaksikan oleh JPU, penasihat hukum, serta para saksi yang memberikan keterangan.

Pelaku berinisial HV (31) memperagakan 12 adegan yang yang mengakibatkan korban bernama Ajuanda Ginting Munte, meregang nyawa disaksikan oleh tiga orang saksi utama dalam rekontruksi.

"Dari rekonstruksi, terungkap bahwa kejadian bermula ketika korban sedang bernyanyi di sebuah pesta pernikahan tetangga," kata Kasi Humas Polres Langkat AKP Rajendra Kusuma, yang dihubungi melalui selularnya, Sabtu (1/2/2025).

2. Lagu dianggap bentuk sindiran kepada pelaku

Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)

Saat itu jelas Rajendra, pelaku yang berada di rumahnya sekitar 30 meter dari lokasi acara merasa tersinggung dengan lagu yang dinyanyikan korban. Karena pelaku menganggap lagu yang dinyanyikan diiringi musik dari kybord (acara) sebagai bentuk sindiran dan ejekan terhadap pelaku.

"Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian mengambil sebilah pisau rencong dari dapurnya dan langsung mendatangi lokasi pesta," papar Rajendra.

Setibanya di tempat kejadian, tanpa basa-basi pelaku naik ke atas pentas dan memukul korban dari arah belakang. Seketika, korban terkejut segera melompat turun ke belakang pentas untuk menghindar.

3. Pelaku terus mengejar dan menghujamkan sajam sebanyak 8 kali

ilustrasi pisau cukur (pexels.com/RAFAEL QUATY)

Emosi yang tersulut, membuat pelaku terus mengejar dan secara brutal menusuk korban sebanyak delapan kali hingga akhirnya korban tersungkur di jalan dekat panggung.

"Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari tempat kejadian. Sementara itu, warga sekitar yang melihat kejadian segera berusaha menolong korban dengan membawa ke Rumah Sakit Wampu Norita," terang Rajendra.

Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

"Rekonstruksi ini dilakukan untuk memperjelas fakta dan memastikan kasus ini ditangani sesuai prosedur yang berlaku," tegas Rajendra.

Editorial Team