Iman pun mengimbau supaya ibu hamil tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Tetap berada di rumah, mencuci tangan sesering mungkin, menjaga jarak dengan orang lain, hindari kerumunan, tidak berjabat tangan dan memakai masker bila sakit atau di tempat umum.
“Selain itu ibu hamil juga harus menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Rajinlah membersihkan permukaan benda-benda yang sering disentuh. Untuk menjaga imunitas tubuh ibu hamil harus memakan makanan bergizi dan seimbang, meminum tablet penambah darah dan tetap beraktivitas fisik ringan dengan senam hamil di rumah,” jelasnya.
Ibu hamil juga harus tetap memeriksakan kondisi kandungannya. Khususnya pada trimester pertama.
Pemeriksaan pertama dianjurkan dilakukan skrining faktor risiko oleh dokter. Pemeriksaan kedua boleh ditunda kecuali ada tanda bahaya atau konsultasi online dengan dokter atau bidan. Sedangkan pemeriksaan ketiga harus dilakukan dan 1 bulan sebelum persalinan ibu memeriksakan kehamilannya.
“Bila ingin memeriksakan kehamilan buat janji dahulu sehingga tidak menunggu lama agar menghindari kerumunan. Dan memang ada perubahan pelayanan pemeriksaan ibu hamil di masa COVID-19. Bila sebelumnya minimal 4 kali, sekarang tentunya lebih sedikit, hanya dua kali untuk tatap muka, tetapi tentu berbeda bila ada risiko atau tanda bahaya kehamilan,” terang Iman.
Sedangkan untuk persalinan di masa COVID-19, bagi ibu yang tidak masuk kategori ODP, PDP atau penderita dan persalinan normal, bisa melakukan persalinan di puskesmas atau bidan. Bila ibu hamil masuk kategori ODP, PDP atau penderita COVID-19, persalinan dilakukan di RS Siaga COVID-19 atau RS Rujukan yang ditunjuk.
“Sebaiknya cari informasi mengenai kebijakan pelayanan persalinan dan rujukan ibu hamil di daerah masing-masing, sehingga pada saat tiba masa persalinan sudah tahu harus bersalin di mana dan tahu apa yang dipersiapkan sesuai dengan kondisi ibu hamil masing-masing,” pungkasnya.