Ini kondisi rumah korban yang diserang sekelompok gajah sumatra liar di Kota Pekanbaru (IDN Times/ dok Polsek Rumbai)
Sardo menceritakan, pada subuh tadi, sekitar jam 04.00 WIB, ia terbangun dari tidurnya karena mendengar suara keras di depan rumahnya. Suara itu katanya, seperti truk terpuruk. Mendengar suara itu, Sardo kemudian keluar dari rumahnya yang semi permanen itu.
Didepan rumahnya itu, Sardo melihat tiga ekor gajah. Atas hal itu, Sardo kembali menutup pintu rumahnya. Saat diintip dari jendela, gajah-gajah itu masih belum pergi.
"Situasi saat itu, kami ketakutan, apalagi anak masih kecil-kecil. Kami berdelapan dirumah, saya dan istri, empat orang anak dan dua orang adik kami," ujarnya.
Karena merasa takut gajah masuk dan merusak rumahnya, Sardo dan keluarganya keluar dari pintu belakang untuk melarikan diri. Namun, kawanan gajah itu melihat dan mengejarnya.
"Pada saat kami lari, anak saya itu (Citra) dipegang sama adik saya, jadi lepas pegangan. Tiba-tiba datang satu gajah menendang anak saya hingga tercampak, terus diinjak," kata Sardo.
Setelah gajah pergi, Sardo berlari menyelamatkan anaknya. Dalam kondisi berdarah-darah, anaknya dibawa ke bidan.
"Waktu itu, anak saya sudah tak sadar. Sampai ke tempat bidan, dia tak sanggup, jadi dibawa pakai ambulans ke RSUD Arifin Achmad," tutur Sardo berlinang air mata.
Sardo tampak begitu cemas memikirkan kondisi anaknya.