Ilustrasi penjara (IDN Times/Mardya Shakti)
Lebih jauh dia menjelaskan, ada indikasi kedua tersangka dalam kondisi mabuk saat melakukan aksi kejahatan itu. Sebab sebelum terjadi pertengkaran yang berkunjung pada aksi kekerasan terhadap korban, kedua tersangka sempat minum minuman keras jenis tuak di sebuah warung yang berada tidak jauh dari rumah tersangka LB.
"Jadi, keributan antara korban KDS dan tersangka LB diduga dipicu kemarahan tersangka LB karena tidak diberi uang oleh korban KDS. Bahkan emosinya kian memuncak saat korban KDS menolak memberikan tabung gasnya untuk dijual tersangka LB," terang Rian.
Mengenai kematian tersangka LB, diakuinya pria tersebut diduga murni melakukan aksi bunuh diri. Berdasarkan hasil visum Tim Medis RSUD Dr RM Djoelham, Kota Binjai, tidak ditemukan tanda kekerasan pada jenazahnya. Bahkan jenazah pria itu identik dengan ciri jenazah orang bunuh diri.
"Dugaan kami, tersangka LB nekat bunuh diri karena merasa bersalah telah membunuh istrinya dan ada rasa takut setelah menjadi target penangkapan polisi. Hal ini kita ketahui dari pantauan riwayat media sosialnya. Sebab setelah kematian korban KDS, tersangka LB diketahui kerap memposting foto-foto istrinya itu," tegas Rian.