Massa aksi bentrok dengan aparat di Gedung DPRD Sumut (dok.IDN TIMES)
Kabid Humas mengatakan awalnya penyampaian aspirasi terkait tuntutan penghapusan tunjangan mewah anggota DPR itu berjalan damai. Namun situasi memanas saat massa aksi berhasil merobohkan gerbang DPRD Sumut pakai tali tambang.
"Aksi itu memicu bentrokan. Massa melempari aparat dengan batu dan petasan, bahkan sempat mencoba menaiki kendaraan water cannon yang dikerahkan polisi untuk mengurai kerumunan," ujar Ferry.
Aparat gabungan pun dikerahkan. Polda Sumut menurunkan 2 SSK Dit Samapta (200 personel), 2 SSK Brimob (200 personel), serta unsur Reserse dan Intel. Sementara Polrestabes Medan mengerahkan 380 personel. Bentrokan menyebabkan massa aksi dan personel mengalami luka-luka.
"Tiga personel Dit Samapta Polda Sumut yang dirujuk ke RS Bhayangkara, yakni Bripda Rio William Rapmagabe Silalahi cedera tangan kiri usai tertimpa massa, Bripda Rikoanan cedera kaki dan kepala akibat pintu gerbang roboh serta dikeroyok massa, dan Bripda Royanto Hutasoit luka robek di kepala kanan dekat telinga, telah dijahit," sebutnya.