Petugas Brimob Polda Sumut menenteng laras panjang saat pengamanan unjuk rasa ricuh di DPRD Sumut, Selasa (26/8/2025). (SH for IDN Times)
Massa terus dipukul mundur polisi ke berbagai arah. Di tengah kericuhan itu, pasukan Brigade Mobil bersepeda motor dan kendaraan taktis juga ikut menguber petugas. Mereka terlihat memakai perlengkapan anti huru-hara lengkap. Tameng, helm, hingga senjata pelontar gas air mata. Bahkan, pasukan Brimob itu juga terlihat membawa laras panjang.
Senjata laras panjang yang ditenteng itu diketahui berjenis Avtomat Kalashnikova atau AK. Senjata organik Brimob ini diketahui bikinan Rusia.
Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto juga ikut memantau pengamanan aksi itu. Saat ditanyai soal penggunaan laras panjang oleh pasukan Brimob, Whisnu menjawab singkat.
“Jadi ada SOP (Standar Operasional Prosedur) ya. Ada suara letusan tidak?,” katanya.
Dalam aksi ini, kata Whisnu pihaknya menurunkan 800 orang aparat gabungan. Sementara itu, ihwal dugaan kekerasan yang terjadi, Whisnu juga menjawab singkat.
“Kita lagi proses. Tadi saya sudah minta maaf kan? Saya selaku Kapolda, minta maaf,” imbuhnya.