Petani bunga bernama Sihombing saat mengantre membeli BBM di SPBU Tanjung Morawa (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Hal yang sama juga dialami oleh pedagang bunga bernama Sihombing. Ia yang saban hari berjualan di Jalan Madirsan, Tanjung Morawa, mendapat pesanan bunga dari Lubuk Pakam.
Menggunakan motor matic-nya, Sihombing pergi mengantar bunga bersama anaknya. Namun saat baru saja mepewati Lubuk Pakam dan sampai di Desa Wonosari, motornya mogok akibat habis bensin.
"Dari situ saya dorong motor sama anak saya ini. Gak ada kebetulan pengendara yang bantu saya," aku Sihombing.
Dari SPBU Desa Wonosari ke SPBU dekat Suzuya Tanjung Morawa, ditaksir berjarak 6 Kilometer. Sepanjang itu ia bersama anaknya jalan kaki mendorong motor matic yang baru saja mereka pakai mengangkut bunga.
Sihombing mengaku bahwa dirinya tak mendengar apapun soal kelangkaan BBM. Meskipun begitu, saat ia hendak pergi mengantar bunga pagi tadi, dirinya melihat banyak pengendara yang sudah mengantre di SPBU.
"Sempat kaget tadi waktu udah menunggu lama dibilang habis. Eh rupanya ada, tinggal pertamax. Saya selepas ini harus kerja lagi antar bunga ke Galang, lebih jauh lagi," pungkasnya.