Orang tua korban yang mendapati tindakan pengeroyokan hingga ancaman pembunuhan (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)
Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan situasi sudah mulai mereda pada Rabu siang. Namun, kerusakan parah tampak di tiga posko warga. Warga berharap pihak berwenang segera mengusut tuntas kasus ini dan memberikan rasa aman di wilayah tersebut.
Edi, mewakili warga di Kelurahan Sembulang meminta perhatian serius dari pemerintah untuk melindungi masyarakat yang tinggal di Pulau Rempang.
"Kami hanya ingin hidup damai, tapi tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kami berharap ada keadilan," tutupnya.
Sebelumnya pihak PT MEG mengatakan kronologi versi berbeda. Menurut mereka karyawannya menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang bersenjata tajam hingga tidak sadarkan diri. Berawal dari patroli rutin yang mereka lakukan, seorang anggota tertangkap dan mengalami pengeroyokan.
Karyawan tersebut dievakuasi oleh rekan-rekannya melalui upaya penyelamatan paksa pada pukul 12 malam. Dalam kondisi tidak sadarkan diri, korban langsung dilarikan ke RS Bunda Halimah.
Rio Sibarani, tim hukum PT MEG memastikan pihaknya akan mengambil langkah hukum atas kejadian ini. "Tindakan menyekap dan menganiaya seseorang jelas melawan hukum dan masuk ke ranah pidana. Kami akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian," kata Rio.
Rio juga menegaskan, korban R yang merupakan anggota tim keamanan PT MEG, saat ini tengah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit Kota Batam.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak ada melakukan pengerusakan posko solidaritas masyarakat dan penggunaan senjata tajam saat melakukan aksi penjemputan rekan PT MEG.
"Tidak ada korban lain dari pihak kami dalam kejadian ini. Yang membawa senjata tajam itu adalah masyarakat, bukan kami, apalagi bawa panah, itu bukan kami," tutupnya.