Banjir merendam sejumlah kecamatan di Kota Medan sejak Selasa (30/11/2025). Banjir ini disebut-sebut yang paling besar dalam satu dekade terakhir.
Di titik lain pada daerah itu, ada 300-an masyarakat yang menjadikan lantai dua masjid sebagai tempat pengungsian. Di Masjid Nurul Yaqin salah satunya. Lantai dua masjid itu dijadikan tempat tinggal sementara warga yang terdampak. Di lokasi itu, banyak anak-anak yang menjadi pengungsi. Usianya mulai dari balita.
“Kami khawatir, kalau tidak segera ditangani, anak-anak nantinya sakit,” kata Ruslan, warga setempat.
Di masjid itu, mereka juga kesulitan logistik. Baik untuk makan-minum hingga obat-obatan. “Kami tolong diperhatikan. Kami butuh obat-obatan. Di sini sudah mulai diserang gatal-gatal. Ini logistik kami tinggal mampu bertahan sehari lagi,” kata Ruslan.
Beberapa korban banjir sudah ada yang dievakuasi oleh relawan karena sakit. Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas disebut sudah datang ke masjid itu. Rico datang memberikan nasi bungkus dan mie cepat saji.
Disela proses distribusi bantuan, Koordinator relawan MLFC Gumilar Aditya menyatakan keprihatinannya. Sudah dua hari terakhir mereka mendistribusikan logistik ke kawasan Kelurahan Terjun.
“Kami dapat informasi bahwa daerah ini belum ada bantuan dari pemerintah. Makanya kami dua hari ini fokus mengumpulkan logistik dan mendistribusikannya ke sini,” kata Agum –sapaan akrabnya--.
Untuk diketahui, banjir merendam sejumlah kecamatan di Kota Medan sejak Selasa (30/11/2025). Banjir ini disebut-sebut yang paling besar dalam satu dekade terakhir.