Banjir bandang menghantam sekolah di Kampung Panton Nangka (dok.Humas Aceh Tengah)
Di tengah trauma dan keterbatasan, Pariah tetap memikirkan masa depan murid-muridnya. Ia berharap pemerintah segera mendirikan tenda darurat, bukan hanya sebagai tempat tinggal sementara warga, tetapi juga sebagai ruang belajar agar pendidikan tidak terhenti.
“Insya Allah tanggal 5 Januari kami ingin kegiatan belajar sudah berjalan, meskipun di tenda. Yang penting anak-anak tidak kehilangan hak untuk belajar,” ujarnya penuh harap.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan empati mendalam kepada masyarakat dan para tenaga pendidik yang terdampak bencana.
“Di balik setiap musibah pasti ada hikmah. Namun keselamatan masyarakat dan keberlanjutan pendidikan anak-anak harus menjadi prioritas. Anak-anak tetap wajib bersekolah dan mengaji meskipun berada di tengah bencana,” tegasnya.
Saat ini, pihak sekolah bersama pemerintah kampung dan pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menentukan lokasi belajar sementara yang lebih aman. Opsi relokasi permukiman warga ke wilayah yang minim risiko banjir bandang juga mulai dibahas, sebagai langkah jangka panjang mencegah tragedi serupa terulang.