Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
gayo lues1.jpg
Kondisi akses jalur Gayo Lues menuju Aceh Tenggara yang terputus karena longsor susulan, Sabtu (3/1/2026) (dok.Pemkab Gayo Lues)

Intinya sih...

  • Sekda Aceh terjebak longsor saat membawa bantuan korban banjir dan longsor

  • Ada beberapa titik longsor di Gampong Tetumpun yang memakan waktu hingga Minggu pagi

  • Sekda kembali tertahan karena longsor di jalur menuju Aceh Tamiang, namun akhirnya berhasil melewati titik longsor

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gayo Lues, IDN Times- Cuaca ekstrem belum beranjak dari provinsi Aceh memasuki pergantian tahun 2026. Usai diterjang banjir bandang dan longsor pada 26 November 2025, hingga saat ini longsor susulan masih terjadi di sejumlah daerah.

Seperti yang terjadi Sabtu (3/1/2026) lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, bersama rombongan sempat terjebak longsor di Gampong Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues.

1.Saat membawa bantuan korban banjr dan longsor

Sekda Aceh M Nasir dan rombongan saat terjebak longsor susulan di Gayo Lues (dok.Humas Aceh)

Saat itu Nasir sedang menuju Aceh Tenggara untuk membawa bantuan bagi korban banjir dan longsor. Bergerak dari Gayo Lues dalam kondisi hujan deras. Namun sejumlah titik longsor di jalur yang dilalui.

Di Gampong Tetumpun, rombongan awalnya berhasil melewati titik longsor pertama yang telah dibersihkan. Namun, sekitar satu kilometer kemudian, rombongan kembali dihadapkan pada titik longsor kedua yang masih dalam proses penanganan.

Dua unit alat berat tampak tengah melakukan pembersihan material longsor di lokasi tersebut. Proses pembersihan memakan Waktu hingga Minggu (4/1/2026) pagi.

2. Ada beberapa titik longsor

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Sekda dan rombongan kemudian memutuskan Kembali ke Gayo Lues.Mereka kemudian mengalihkan rencana dengan menuju Aceh Tamiang melalui jalur Tranggon–Babah Rot (Abdya).Namun dalam perjalanan, Sekda kembali tertahan karena longsor di titik pertama kembali tertutup longsoran baru. Nasir sempat terjebak di tengah namun Sabtu (3/1/2026) sore dia mengaku sudah melewati titik longsor menuju Aceh Barat Daya.

Pada Minggu (4/1/2026), M Nasir sudah terpantau berada di Aceh Tamiang memantau kegiatan gotong royong Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh membersihkan sekolah-sekolah dari lumpur sisa banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (4/1/2026).

3. Jalur kembali terputus,

Kondisi akses Kabupaten Gayo Lues yang terputus karena banjir dan longsor (dok.Pemkab Gayo Lues)

Saat ini akses yang terputus adalah jalur Gayo Lues menuju Aceh Tenggara. Hal itu dibenarkan Bupati Gayo Lues, Suhaidi akibat curah hujan yang tinggi beberapa waktu ini. Bahkan, alat berat stand by di akses Aceh Tenggara-Gayo Lues tersebut. 

“Logistik beras juga sudah menipis, sudah kita cek di Bulog stoknya sudah habis dan sudah kami sampaikan ke Pak Bambang jika tidak bisa di drop di Gayo Lues maka bisa di buat di gudang terdekat yaitu di Aceh Tenggara. Jika jalan sudah bisa dilewati maka langsung kita salurkan ke Gayo Lues,” Lanjutnya. 

Bupati menambahkan selain beras, LPG dan BBM stoknya mulai terbatas karena putusnya akses Aceh Tenggara-Gayo Lues. Selain itu, jaringan internet juga mulai hilang timbul dan Listrik di beberapa kecamatan mati. 

Editorial Team