Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perang Air di Kabupaten Kepulauan Meranti
Perang Air di Kabupaten Kepulauan Meranti (Riau.go.id)

Intinya sih...

  • Festival Perang Air merupakan tradisi permainan perang air massal yang berawal dari tradisi anak-anak lokal saat merayakan Imlek di Kabupaten Kepulauan Meranti.

  • Agenda pendukung festival termasuk Night Carnival, Bazar Kuliner, 1000 Cangkir Kopi, dan Photography Contest. Festival ini melibatkan warga dari berbagai etnis.

  • Event ini menjadi agenda wisata populer yang menarik ribuan wisatawan, termasuk dari mancanegara seperti Malaysia, Singapura, hingga Thailand. Masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara 2026.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pekanbaru, IDN Times- Festival Perang Air kembali digelar. Event tahunan yang digelar di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau itu, dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026.

Diketahui, Festival Perang Air di Kabupaten Kepulauan Meranti telah resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 yang ditetapkan pada 12 Januari 2026.

Berdasarkan jadwal, Festival Perang Air 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti akan berlangsung hingga 22 Februari 2026.

1. Ini sejarahnya

wikimedia.org

Festival Perang Air atau yang dikenal dalam bahasa Hokkien sebagai Cian Uci, merupakan permainan perang air secara massal yang berlangsung di ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti, Selat Panjang. Perang air ini berawal dari tradisi anak-anak lokal atau setempat, yang saling siram menyiram air saat merayakan Imlek.

Dimana, warga Tionghoa yang pulang kampung saat Imlek, biasanya bersilaturahmi dengan naik becak. Anak-anak setempat sering bermain tembak air saat berpapasan, yang kemudian berkembang menjadi tradisi perang air.

Masyarakat Tionghoa meyakini, bahwa berbasah-basahan dalam perang air ini merupakan bentuk berbagi rezeki dan suka cita, bukan ritual agama tertentu.

Seiringnya perjalanan waktu, permainan perang air itu berkembang menjadi ajang persaudaraan dan dikemas menjadi festival pariwisata tahunan di kabupaten tersebut. Festival Perang Air ini, dimulai sejak tahun 2013.

Festival Perang Air di Bumi Lancang Kuning, merupakan wujud perpaduan budaya dan kebersamaan. Event ini sering dianggap sebagai tradisi perang air unik di dunia selain Songkran di Thailand. 

2. Beberapa agenda pendukung

Festival Perang Air 2025 di Kabupaten Kepulauan Meranti (IDN Times/ dok Pemkab Kepulauan Meranti)

Berdasarkan jadwal yang dirilis panitia, untuk tahun 2026 ini, Festival Perang Air akan berlangsung selama 6 hari, dimulai pada tanggal 17 hingga 22 Februari mendatang.

Panitia juga telah menyiapkan sejumlah agenda pendukung di festival tersebut, yakni:

  • Perang Air Night Carnival, yang dimulai pada tanggal 20-22 Februari, pukul 21.30 WIB sampai selesai.

  • Bazar Kuliner pada tanggal 17–22 Februari.

  • 1000 Cangkir Kopi, tanggal 21 Februari, dimulai pukul 22.00 WIB.

  • Photography Contest pada 17–20 Februari.

Festival ini diadakan setelah perayaan tahun baru Imlek, yang melibatkan warga dari berbagai etnis. Untuk rutenya, mengelilingi jalan-jalan protokol di Kota Selat Panjang menggunakan becak motor.

3. Tarik ribuan wisatawan, termasuk dari mancanegara

Ilustrasi travelling (IDN Times/ Aditya Pratama)

Event ini menjadi agenda wisata populer yang diyakini menarik ribuan wisatawan, termasuk dari mancanegara seperti Malaysia, Singapura, hingga Thailand. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kepulauan Meranti Syaiful.

"Event ini tak hanya hiburan semata, tetapi audah menjadi identitas budaya masyarakat Selatpanjang Kepulauan Meranti. Masuk KEN berarti tradisi kita dinilai punya daya tarik nasional," kata Syaiful, Sabtu (14/2/2026).

Untuk menyukseskan event tersebut, Syaiful menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah melakukan berbagai persiapan, baik itu hal teknis maupun pelayanan demi kenyamanan para wisatawan yang datang. Seperti keamanan, hingga kebersihan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team