Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sebanyak 3.514 Sapi Kurban Masuk Pekanbaru, Nihil Kasus PMK
Ilustrasi sapi kurban (IDN Times/Daruwaskita)
  • Sebanyak 3.514 sapi kurban masuk ke Pekanbaru tahun 2026, seluruhnya telah diperiksa dan divaksin PMK dengan hasil nihil kasus menjelang Idul Adha 1447 H.
  • Dinas Peternakan Riau mencatat 758 sapi terjangkit PMK di beberapa daerah, dengan 532 ekor sudah sembuh dan sisanya masih dalam proses penanganan intensif.
  • Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan kasus PMK terbanyak mencapai 368 ekor, sementara Siak, Inhil, dan Dumai kini dinyatakan bebas dari kasus aktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pekanbaru, IDN Times - Sebanyak 3.514 ekor sapi kurban masuk ke Kota Pekanbaru, Provinsi Riau tahun ini. Angka tersebut, berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru.

"3.514 ekor sapi kurban telah terdata pada tahun 2026 ini," ucap Kepala Distankan Kota Pekanbaru Maisisco, Minggu (17/5/2026).

Diketahui, hari raya Idul Adha 1447 H jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. Di hari itu, umat Islam melakukan salat Idul Adha berjemaah dan penyembelihan hewan kurban, seperti sapi, kambing atau domba.

Daging hewan kurban itu kemudian dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan.

1. Nihil kasus PMK di Pekanbaru

Petugas dari Distankan Kota Pekanbaru melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara intensif menjelang Idul Adha 1447 H (IDN Times/ dok Distankan Kota Pekanbaru)

Lebih lanjut dikatakan Maisisco, pihaknya saat ini intensif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha 1447 H. Yang mana, seluruh hewan yang masuk ke Pekanbaru wajib menjalani vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk mencegah penularan sejak dini.

"Sejak Januari 2026 hingga sekarang, nihil kasus PMK di Pekanbaru. Setiap hewan kurban yang lolos pemeriksaan akan mendapatkan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) dan izin layak potong," kata Maisisco.

Diketahui, pemeriksaan fisik hewan Kurban dilakukan secara menyeluruh oleh tim lapangan dan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Petugas memeriksa normalitas bentuk tubuh, kondisi kaki (pincang atau tidak), serta kesehatan mata, hidung dan gigi hewan.

2. 758 ternak sapi alami PMK di sejumlah daerah, 532 ekor sudah sembuh

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir (IDN Times/ dok Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau)

Disisi lain, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau menemukan 758 sapi terjangkit PMK yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Bumi Lancang Kuning. Dari 758 itu, sebanyak 532 ekor sapi telah dinyatakan sembuh.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, saat ini pemerintah daerah terus bergerak melakukan pengawasan, pengobatan, serta edukasi kepada peternak guna menekan penyebaran PMK di lapangan.

"Alhamdulillah, sebagian besar ternak yang terpapar sudah berhasil sembuh. Saat ini petugas terus melakukan penanganan terhadap ternak yang masih sakit agar kondisi segera pulih," kata Mimi.

Diketahui, saat ini ada 226 sapi terjangkit PMK di sejumlah kabupaten/kota Provinsi Riau, yang masih dalam proses penanganan dan pemantauan.

Atas temuan kasus PMK tersebut, Mimi Yuliani mengimbau kepada para peternak untuk tetap menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan gejala PMK pada hewan ternaknya.

"Kami juga memastikan pengawasan dan langkah penanganan akan terus diperkuat guna menjaga kesehatan ternak serta mendukung stabilitas sektor peternakan di Riau," ujarnya.

3. Kabupaten Inhu terbanyak kasus PMK

Foto hanya ilustrasi (IDN Times/Riyanto)

Mimi Yuliani menjelaskan, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi daerah dengan jumlah kasus PMK terbanyak. Berdasarkan data, tercatat sebanyak 368 ekor sapi yang terpapar PMK. Yang mana, sapi-sapi itu tersebar di 4 kecamatan dan 12 desa di Kabupaten Inhu. 

"Dari total kasus di Inhu, 196 ekor sudah sembuh. Sisanya masih dalam penanganan petugas bersama pemerintah daerah setempat," jelasnya.

Untuk di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), dilanjutkan Mimi Yuliani, menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Dimana, dari 155 kasus PMK yang sempat ditemukan, sebanyak 153 sapi telah sembuh dan hanya menyisakan dua kasus aktif.

"Ini menunjukkan bahwa penanganan yang dilakukan berjalan dengan efektif dan peternak juga semakin aktif melaporkan kondisi ternaknya," lanjut Mimi.

Sedangkan di Kabupaten Kampar, pemerintah daerah bersama petugas kesehatan hewan juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap ternak sapi yang masih terpapar PMK.

"Kampar masih memiliki sejumlah kasus aktif, sehingga pengawasan dan pendampingan kepada peternak terus ditingkatkan," ucap Mimi.

Begitu juga di Kabupaten Kepulauan Meranti, yang saat ini masih terdapat 11 kasus aktif PMK dan tengah ditangani oleh tim kesehatan hewan.

Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Siak. 118 ekor ternak sapi yang sebelumnya terpapar PMK, kini telah dinyatakan sembuh semuanya. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Kota Dumai yang saat ini sudah tidak memiliki kasus aktif.

"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa penanganan yang dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, petugas lapangan dan peternak, memberikan hasil positif," terang Mimi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team