Foto hanya ilustrasi (IDN Times/Riyanto)
Mimi Yuliani menjelaskan, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi daerah dengan jumlah kasus PMK terbanyak. Berdasarkan data, tercatat sebanyak 368 ekor sapi yang terpapar PMK. Yang mana, sapi-sapi itu tersebar di 4 kecamatan dan 12 desa di Kabupaten Inhu.
"Dari total kasus di Inhu, 196 ekor sudah sembuh. Sisanya masih dalam penanganan petugas bersama pemerintah daerah setempat," jelasnya.
Untuk di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), dilanjutkan Mimi Yuliani, menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Dimana, dari 155 kasus PMK yang sempat ditemukan, sebanyak 153 sapi telah sembuh dan hanya menyisakan dua kasus aktif.
"Ini menunjukkan bahwa penanganan yang dilakukan berjalan dengan efektif dan peternak juga semakin aktif melaporkan kondisi ternaknya," lanjut Mimi.
Sedangkan di Kabupaten Kampar, pemerintah daerah bersama petugas kesehatan hewan juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap ternak sapi yang masih terpapar PMK.
"Kampar masih memiliki sejumlah kasus aktif, sehingga pengawasan dan pendampingan kepada peternak terus ditingkatkan," ucap Mimi.
Begitu juga di Kabupaten Kepulauan Meranti, yang saat ini masih terdapat 11 kasus aktif PMK dan tengah ditangani oleh tim kesehatan hewan.
Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Siak. 118 ekor ternak sapi yang sebelumnya terpapar PMK, kini telah dinyatakan sembuh semuanya. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Kota Dumai yang saat ini sudah tidak memiliki kasus aktif.
"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa penanganan yang dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, petugas lapangan dan peternak, memberikan hasil positif," terang Mimi.