Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260213_185916.jpg
Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepri dan tim Labfor lakukan pemeriksaan (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Batam, IDN Times - Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau menurunkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri untuk menyelidiki kandasnya kapal LCT Mutiara Galrib Samudera di perairan Dangas, Tanjung Pinggir, Kota Batam.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan dugaan pencemaran lingkungan, termasuk kemungkinan keterlibatan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Dharma Negara mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi saat ini memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan operasional kapal maupun muatan yang diangkut.

“Masih dalam proses pemeriksaan. Yang diperiksa dari pihak perusahaan terkait kapal dan barang, nahkoda kapal, serta KSOP. Kemarin juga sudah dilakukan pengecekan bersama Puslabfor Bareskrim Polri,” kata AKBP Dharma, Jumat (13/2/2026).

1. Sejumlah pihak diperiksa dalam proses penyelidikan

Kapal LCT Mutiara Galrib Samudera kandas di perairan Dangas, Kota Batam (Dok: istimewa)

Lanjut AKBP Dharma, pihaknya saat ini mendalami kemungkinan pelanggaran pidana lingkungan maupun kelalaian pelayaran melalui pemeriksaan berbagai pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan insiden kandasnya kapal.

Pemeriksaan meliputi perusahaan yang berkaitan dengan kepemilikan kapal dan muatan, nahkoda kapal sebagai penanggung jawab pelayaran, serta Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Langkah ini dilakukan untuk menelusuri kronologi kejadian serta memastikan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan pengangkutan barang.

2. Puslabfor ambil berbagai sampel di lokasi kejadian

Tim Puslabfor Bareskrim Polri saat mengambil sample limbah di Batam (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Masih kata AKBP Dharma, tim Puslabfor Bareskrim Polri melakukan pengambilan sampel di perairan Pantai Dangas, Tanjung Pinggir, yang diduga terdampak pencemaran.

Beberapa sampel yang diambil antara lain plastik inner bag berjarak sekitar 500 meter dari titik kejadian, kumpulan plastik dan jaring yang diduga tercemar limbah B3, serta tanaman alga yang menunjukkan indikasi paparan limbah.

Selain itu, petugas juga mengambil sampel tanah dari akar mangrove, swab bebatuan di sekitar lokasi, sludge yang diduga limbah B3 sekitar 50 meter dari titik kandas, air permukaan laut, serta air laut pada kedalaman delapan meter untuk diuji secara laboratorium.

3. Polisi ambil sampel dari tangki kapal

Tim labfor bareskrim Polri melakukan pengambilan sample limbah (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Selain itu, tim penyidik melanjutkan pengambilan sampel langsung dari tangki kapal LCT Mutiara Galrib Samudera. Saat ini kapal berada di lokasi PT Tiger Trans Indonesia untuk perbaikan mesin.

AKBP Dharma menjelaskan, dari dalam kapal, petugas mengambil sampel sludge dan oily water dari tangki nomor dua.

"Sampel tersebut akan dianalisis guna memastikan jenis material yang berada di dalam kapal serta kemungkinan keterkaitannya dengan dugaan pencemaran di perairan sekitar lokasi kandasnya kapal," tegasnya.

Hingga kini, Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepri masih menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar penentuan ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Editorial Team