Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga punya tanggung jawab dalam melakukan pengembangan masyarakat. Salah satu yang digagas adalah pengembangan dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Rumah BUMN pun diluncurkan sebagai media peningkatan kualitas UMKM.
Rumah BUMN-pun terus melakukan berbagai inovasi untuk mendorong UMKM sebagai tonggak perekonomian rakyat. Di rumah BUMN, para pelaku UMKM disediakan wadah untuk berkumpul, belajar dan mendapat begitu banyak manfaat lainnya.
FESMON menjadi salah satu produk unggulan di Rumah BUMN yang dikelola PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatra Utara. Prima sendiri sudah merasakan betul manfaat sejak dia bergabung menjadi anggota di Rumah BUMN Padangsidimpuan.
Kata Prima, selama menggarap FESMON, dia selalu bertukar pikiran dengan pengelola Rumah BUMN. Di sana dia mendapatkan pemahaman bagaimana menjalankan usaha yang baru dirintis.
“Kita selalu berbagi pemahaman. Misalnya, untuk mendiskusikan kemasan FESMON, kita mendapat banyak masukan hingga urusan design branding,” ungkapnya.
Selain itu, Prima juga diajari bagaimana untuk melakukan pemasaran produk yang baik. Kemudian melakukan digitalisasi pasar lewat berbagai teknologi yang ada.
“Kita diberikan pengetahuan, bagaimana mengemas produk untuk bisa unggul di marketplace. Soal digitalisasi marketting ini memang sangat penting bagi saya yang masih sangat baru di dunia usaha. Harus saya akui, ada peningkatan dalam penjualan FESMON selama bergabung di Rumah BUMN,” ujarnya.
UMKM memang menjadi sektor yang punya potensi besar dalam menyangga perekonomian. Terbukti, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 lalu, di Indonesia ada 64 juta UMKM. Tentunya ini jumlah yang signifikan.
Di Rumah BUMN, pendampingan dilakukan supaya kelak UMKM tidak tertutup kemungkinan bisa bersaing di tingkatan global. Rumah BUMN menjawab tantangan utama pengembangan usaha UKM dalam hal peningkatan kompetensi, peningkatkan akses pemasaran dan kemudahkan akses permodalan.
Di Rumah BUMN Padangsidimpuan, saat ini sudah ada 163 UMKM yang teregistrasi menjadi anggota. UMKM yang tergabung di Padangsidimpuan di antaranya terdiri dari sektor makanan, peternakan, pertanian, fesyen hingga kerajinan tangan dan lainnya. Selain di Padangsidimpuan, PLN tengah mengelola Rumah BUMN di Kota Sibolga.
Senior Manager SDM dan Umum PT PLN (Persero) UIW Sumut Eddy Irawan menjelaskan, Rumah BUMN juga melakukan evaluasi rutin terhadap UMKM dampingannya. Analisis pasar juga dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan UMKM yang didampingi.
“Seperti FESMON. Ini merupakan pilot project kita yang terus kita pantau perkembangannya. Karena ini UMKM rintisan. Pelakunya juga millennial yang punya semangat tinggi dalam berkreatifitas,” ungkap Eddy.
Selain FESMON, ada sejumlah UMKM lainnya yang akan dijadikan pilot project. PLN berharap, seluruh pelaku UMKM bisa melek dengan digitalisasi marketting.
“Ini menjadi satu tantangan kita juga dalam melakukan pengembangan UMKM. Dari pilot project ini nantinya kita bisa melakukan sharing knowledge dan berbagi peluang usaha di daerah lainnya,” imbuhnya.
PLN pun terus melakukan pelatihan-pelatihan rutin tentang kewirausahaan. Mereka melibatkan berbagai UMKM rintisan yang sudah menuai sukses. Rumah BUMN juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility – CSR) PLN.
“Kita harus mengantarkan produk ini sampai memang betul betul go digital. Kami ingin Rumah BUMN ini bisa membantu. Targetnya adalah UMKM bisa menjadi pendongkrak perekonomian,” pungkasnya.