Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BRI membina UMKM lewat program Klaster Hidupku (dok.BRI)
BRI membina UMKM lewat program Klaster Hidupku (dok.BRI)

Intinya sih...

  • Puluhan ribu Klaster terbina, pertaninan jadi tulang punggungHingga akhir tahun 2025, program ini telah mencetak capaian impresif. Sebanyak 42.682 Klaster Usaha berhasil dibina. Termasuk di Sumatra Utara. Ditopang oleh 3.001 kegiatan pemberdayaan yang meliputi pelatihan intensif serta dukungan sarana dan prasarana produksi.

  • Jembatan bagi UMKM untuk naik kelasDirektur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa "Klasterku Hidupku" dirancang sebagai pendekatan holistik. "Program ini adalah jembatan bagi UMKM untuk 'naik kelas', khususnya bagi pelaku usaha di sektor produksi yang selama ini menjadi tulang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus mendongkrak pemberdayaan pelaku usaha produktif berbasis komunitas, membangun fondasi ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan dari akar rumput. Komitmen ini terwujud nyata melalui program inovatif "Klasterku Hidupku".

Sebuah inisiatif strategis yang menyatukan kelompok-kelompok usaha berdasarkan kesamaan sektor produksi, karakteristik wilayah, dan kedekatan sosial. Tujuannya jelas menciptakan sinergi kuat, memperkuat rantai nilai lokal, dan mendorong UMKM untuk "naik kelas" secara kolektif.

1. Puluhan ribu Klaster terbina, pertaninan jadi tulang punggung

Sayat, salah satu UMKM binaan BRI yang menghasilkan produk unggulan dari Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yaitu Keripik Ubi Jalar memamerkan produknya di Bazaar UMKM BRILiaN yang diadakan di Area Taman BRI, Jakarta, pada Jumat (18/10). (dok. BRI)

Hingga akhir tahun 2025, program ini telah mencetak capaian impresif. Sebanyak 42.682 Klaster Usaha berhasil dibina. Termasuk di Sumatra Utara. Ditopang oleh 3.001 kegiatan pemberdayaan yang meliputi pelatihan intensif serta dukungan sarana dan prasarana produksi. Fokus utamanya adalah sektor-sektor dengan daya ungkit tinggi terhadap perekonomian daerah.

Mayoritas, 82,36 persen, dari klaster yang diberdayakan bergerak di sektor produksi. Ini menegaskan strategi BRI dalam memperkuat ekonomi riil, dengan sektor pertanian menjadi kontributor terbesar, menyumbang 48,05% dari total klaster. Dari sawah hingga perkebunan, BRI hadir mengawal pertumbuhan.

2.Jembatan bagi UMKM untuk naik kelas

Ilustrasi UMKM BRI. (Dok. BRI)

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa "Klasterku Hidupku" dirancang sebagai pendekatan holistik. "Program ini adalah jembatan bagi UMKM untuk 'naik kelas', khususnya bagi pelaku usaha di sektor produksi yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah," jelasnya.

Purwakajaya menambahkan, melalui penguatan klaster, BRI tidak hanya membuka akses permodalan. "Kami membangun ekosistem usaha yang memungkinkan terjadinya kolaborasi, peningkatan skala produksi, hingga penguatan daya saing di tingkat lokal," ujarnya.

3. Pendampingan Menyeluruh, Inklusi Keuangan Meluas

Ilustrasi UMKM BRI. (Dok. BRI)

BRI berkomitmen penuh mendampingi UMKM secara menyeluruh. Mulai dari pembiayaan hingga penguatan kapasitas usaha. "Pendampingan ini kami lakukan melalui pelatihan, peningkatan literasi keuangan, serta berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing klaster," papar Purwakajaya.

Ia berharap klaster-klaster yang berhasil berkembang dapat menjadi referensi dan role model bagi UMKM di daerah lain. Sejalan dengan penguatan klaster, inklusi keuangan di tingkat komunitas juga terus meluas. Dari lebih dari 480 ribu anggota klaster, 87, persen persen kini telah memiliki rekening di BRI dan rata-rata terhubung dengan akses pembiayaan BRI, membuka gerbang bagi pengembangan usaha yang lebih besar.

Editorial Team