Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polemik 4 Pulau Aceh Masuk Sumut, Bobby: Kita Ajak Kelola Sama-sama
Gubernur Sumut Bobby Nasution saat hadir di Pelantikan KONI Sumut (dok.istimewa)

  • Bobby meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan keputusan tersebut, mengingat banyaknya warga Aceh di Sumatera Utara dan sebaliknya.

  • Bobby berharap pengelolaan empat pulau dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah Aceh untuk keamanan dan kenyamanan warga.

  • Mendagri Tito Karnavian mengaku tidak mengetahui lebih lanjut soal potensi minyak dan gas di empat pulau yang masuk wilayah Sumatra Utara.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Belum usai juga polemik empat pulau Aceh yang diputuskan Kementerian Dalam Negeri masuk ke dalam wilayah Sumatra Utara. Pro dan kontra terus terjadi. Bahkan di media sosial.

Gubernur Sumatra Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution menjawab polemik tersebut. Dia kembali membeberkan soal pertemuannya dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). Bobby kembali menegaskan, perubahan wilayah administratif itu bukan wewenangnya.

“Saya sampaikan kemarin ya, yang saya sampaikan kemarin itu, secara wilayah tidak ada wewenang Provinsi Sumut, dan juga setahu saya Aceh untuk menyerah-nyerahkan, mengambil-ngambil pulau, mengambil-ngambil menyerah-nyerahkan daerah, itu tidak bisa. Seperti Langkat berbatasan dengan Aceh, tidak bisa tiba-tiba kami serahkan Langkat ke Aceh,” kata Bobby, Selasa (11/6/2025).

1.  Bobby meminta masyarakat tidak terprovokasi

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa (3/6/2025) di Gedung Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan (Dok. Istimewa)

Bobby pun meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang ada. Dia megatakan, jika keputusan itu harus ditinjau, dia tidak mempermasalahkannya.

“Banyak warga Aceh di Sumatera Utara, banyak warga Sumatera Utara di Aceh, kalau dipanas-panasin, nanti warga Sumut mohon maafnya anti melihat plat BL, orang Aceh nanti anti melihat plat BK, itu yang kita tidak mau,” imbuhnya.

2. Berharap pengelolaan kolabooratif bisa dilakukan dengan pemerintah Aceh

Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau persiapan pelaksanaan pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (Dok. Diskominfo Medan)

Bobby kembali membeberkan isi pertemuannya dengan Muzakir Manaf. Bobby mengajak pengelolaan empat pulau itu dengan kolaboratif.

“Walaupun bicara tentang pengelolaan, karena katanya di sana diambil Sumut karena ada potensi wisata, potensi yang lain, kalau memang bicara tentang itu, kita kelola sama-sama. Tapi bukan itu poin utamanya. Bukan itu, bukan itu yang menjadi awal kita ajak kelola sama-sama biar bisa diambil Sumut, bukan. Kita ajak agar seluruh masyarakat kami yang di Aceh merasa aman-nyaman, melakukan aktivitasnya, seluruh warga Aceh yang ada di Sumut aman-nyaman melaksanakan aktivitas,” pungkasnya.

3. Ada potensi gas dan minyak di pulau tersebut, Mendagri sebut tidak tahu

Bobby Nasution (tengah) dan Surya (kiri) resmi menjabat Gubernur dan Wagub Sumut 2025-2030 (dok.Diskominfo Sumut)

Dalam beberapa waktu belakangan mencuat informasi ada potensi minyak dan gas di empat pulau tersebut. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengaku tak mengetahui lebih lanjut soal potensi minyak dan gas (migas) di empat pulau Aceh yang kini masuk wilayah Sumatra Utara (Sumut).

Berdasarkan Keputusan Mendagri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025, pemerintah menetapkan empat pulau di Kabupaten Aceh Singkil menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Keempat pulau itu, yakni Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Ketek, dan Pulau Mangkir Gadang.

"Saya gak mendengar ada migas. Saya belum pernah dengar ini, baru dengar ini," kata dia kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/6/2025).

Meski begitu, Tito mengapresiasi wacana Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution, yang mengusulkan ingin mengelola potensi sumber daya di keempat pulau tersebut bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh.

Tito mendukung penuh adanya inisiatif yang muncul dari pemerintah daerah terkait. "Jadi itu sangat bagus kalau seandainya dari bawah sendiri menyelesaikan, kita dari pusat senang sekali. Itu maunya kita dalam setiap penyelesaian batas wilayah kita selalu berusaha agar ada win-win antara pihak daerah-daerah yang berbatas," kata dia.

"Jadi, kalau misalnya Pak Gubernur, Pak Bobby, dan Pak Muzakir Manaf (Gubernur Aceh) berdialog untuk mengelola bersama, why not? Kami akan sangat senang sekali. Kita pasti akan mendukung," sambung Tito.

Tito mengatakan, empat pulau di Aceh yang masuk ke wilayah Sumut ini disebut berkaitan dengan penyelesaian sengketa batas wilayah antar daerah. Sebab, jika batas wilayahnya tidak memiliki kepastian, maka akan berimplikasi pada masalah pembangunan di daerah.

"Selagi tidak ada selesai batas wilayah itu, sekali lagi tidak ada kepastian hukum. Itu berimplikasi kepada masalah pembangunan, masalah penghitungan transfer pusat, kemudian berimplikasi juga kepada masalah-masalah perencanaan pembangunan, itu persoalannya," kata dia.

Editorial Team