Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Komoditas Kekayaan Alam Aceh yang Diekspor ke Luar Negeri
Pemandangan Laut Iboih, Aceh (pexels.com/Tom Fisk)

Aceh bukan hanya dikenal dengan julukan Serambi Mekkah, tapi juga sebagai "tanah modal" bagi Indonesia. Selain cadangan minyak dan gasnya yang legendaris, Tanah Rencong ini menyimpan kekayaan alam hayati yang kualitasnya diakui oleh pasar internasional.

Bahkan, beberapa komoditas dari Aceh ini menjadi bahan baku utama produk-produk berkualitas tinggi di Eropa dan Amerika. Penasaran apa saja? Yuk, simak 5 komoditas sumber daya alam unggulan Aceh berikut ini.

1. Kopi Arabika Gayo

Biji Kopi Arabika (pexels.com/Michael Burrows)

Siapa yang tak kenal Kopi Gayo? Buah Kopi ini ditanam di ketinggian di atas 1.200 mdpl di wilayah Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Kopi asal Gayo ini adalah salah satu kopi organik terbaik di dunia. Kopi Gayo memiliki cita rasa keistimewaan berupa aroma yang sangat kuat dan tingkat keasamannya yang rendah.

Keistimewaan Kopi Gayo membuatnya secara resmi mengantongi sertifikat Indikasi Geografis dari Kemenkumham. Tak hanya itu, kualitasnya yang stabil membuat Uni Eropa memberikan pengakuan resmi melalui sertifikat registrasi merek kolektif, yang semakin mempermudah akses kopi ini masuk ke pasar kafe mewah di Eropa.

3. Gas Alam

Ilustrasi Industri Gas (pexels.com/Kelly)

Sejarah kejayaan ekonomi Aceh di masa lalu sangat lekat dengan sektor migas, dan kini harapan itu kembali membuncah. Penemuan cadangan gas baru di wilayah lepas pantai Aceh seharusnya memberikan ketahanan energi agar negara dapat memanfaatkannya untuk berkembang maju.

Berdasarkan laporan SKK Migas, ditemukan cadangan gas raksasa (giant discovery) di Blok South Andaman, tepatnya di Sumur Eksplorasi Layaran-1. Potensi gas di wilayah ini diperkirakan mencapai lebih dari 6 TCF (Trillion Cubic Feet). Menariknya, temuan di blok Andaman II dilaporkan mengandung gas murni tanpa campuran karbon dioksida, yang menjadikannya komoditas sangat strategis dan kompetitif dalam era transisi energi global saat ini.

2. Minyak Nilam (Patchouli Oil)

Ekstrak Minyak Nilam (Patchouli Oil) (pexels.com/Tara Winstead)

Aceh memegang peranan penting dalam industri parfum dan kosmetik dunia melalui minyak nilam (Patchouli Oil). Minyak atsiri asal Aceh ini dikenal memiliki kadar Patchouli Alcohol (PA) yang sangat tinggi, yang berfungsi sebagai zat pengikat aroma agar parfum tahan lama.

Melalui riset dan pendampingan dari Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala, pengelolaan dan kegiatan produksi nilam Aceh semakin profesional. Buktinya, Aceh kini rutin melakukan ekspor langsung ke Prancis, salah satunya melalui pengiriman senilai Rp2,5 miliar pada akhir 2022. Bahkan, efisiensi distribusi terus ditingkatkan dengan adanya ekspor perdana via udara sebanyak satu ton langsung ke Prancis melalui maskapai Garuda Indonesia. Sekitar 80% hasil nilam ini memang dialokasikan untuk memenuhi dahaga pasar ekspor.

4. Pala Aceh Selatan

Ilustrasi Pala (pexels.com/

Pala dari Aceh Selatan telah lama dikenal sebagai rempah berkualitas tinggi yang diburu pasar internasional. Pada Agustus 2025, komoditas ini semakin kuat kedudukannya setelah resmi mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kemenkumham RI.

Perlindungan hukum ini sangat penting karena mencakup berbagai produk turunan seperti biji pala batok, biji pala kupas, fuli (selaput biji), hingga minyak pala. Area produksinya sangat luas, mencakup 12 kecamatan di Aceh Selatan dan 9 kecamatan di Aceh Barat Daya. Dengan sertifikasi ini, keunikan pala Aceh Selatan tetap terjaga sehingga memberikan nilai tawar yang jauh lebih tinggi bagi para petani.

5. Ikan Tuna

Ikan Tuna

Sektor kelautan Aceh ikut menyumbang komoditas ekspor yang luar biasa, yakni ikan tuna. Perairan Aceh yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia menjadi jalur migrasi utama bagi tuna jenis Yellowfin dan Bigeye.

Pusat pendaratan ikan seperti Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja Lampulo dan PPN Idi mencatatkan angka produksi yang signifikan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh mencatat bahwa tuna-tuna segar hasil tangkapan nelayan Aceh kini rutin diekspor ke Jepang, Thailand, hingga Arab Saudi. Kualitas kesegaran ikan yang terjaga menjadikan tuna Aceh sebagai primadona di restoran-restoran sushi dunia.

Itulah lima komoditas sumber daya alam Aceh yang kualitasnya sudah diakui oleh dunia. Dengan adanya kekayaan alam yang luar biasa di Indonesia, semoga negeri ini bisa berkembang lebih maju ke arah yang benar dan pemerintah menjaga sumber dayanya dengan baik, tidak merusaknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team