Pergantian tahun di Sumatera Utara jarang dipahami sekadar hitung mundur dan pesta kembang api. Di banyak keluarga Batak dan masyarakat urban, Tahun Baru justru menjadi momen serius untuk membereskan urusan yang tertinggal sepanjang tahun.
Di balik suara petasan dan asap jagung bakar, ada tradisi yang bekerja pelan tapi dalam, menyelesaikan konflik keluarga, memastikan semua orang kebagian makan, hingga membersihkan diri secara simbolik sebelum masuk ke tahun berikutnya.
Cara orang Sumut merayakan Tahun Baru menunjukkan satu hal penting, waktu tidak hanya dirayakan, tapi dikelola. Ada yang dikelola emosinya, ekonominya, sampai relasi sosialnya. Inilah lima cara unik yang masih bertahan dan terus beradaptasi hingga hari ini.
