ilustrasi browsing (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Desain media sosial dibuat agar kamu terus kembali, terus scrolling, dan makin lama menghabiskan waktu di dalamnya. Fitur seperti notifikasi mendadak, scroll tanpa akhir, dan like yang datang tiba-tiba dirancang untuk memicu dopamin, hormon yang bikin kamu merasa senang dan ingin terus mengulanginya.
Platform-platform ini sebenarnya tahu bahwa desain seperti ini bisa merusak kesehatan mental penggunanya. Tapi karena mereka mendapatkan keuntungan dari setiap detik perhatianmu, mereka memilih untuk tetap melakukannya. Banyak perusahaan media sosial lebih memilih membiarkan kecanduan terjadi demi keuntungan iklan.
Setiap hari, kamu dibentuk oleh apa yang kamu lihat di media sosial. Semuanya dirancang agar kamu terus terhubung dan terus dikendalikan. Tapi kamu masih bisa mengontrol. Mulailah dengan menyaring konten yang kamu konsumsi, batasi waktu online, dan jangan langsung percaya pada hal yang viral. Saat kamu sadar, kamu jadi lebih bebas untuk memilih, bukan dikendalikan oleh layar.