Serdang Bedagai, IDN Times - Kerap luput dalam perhatian anak muda betapa gigih perjuangan Kesultanan Serdang, baik itu menggaungkan perlawanan yang deras kepada kolonial Belanda, sampai berjuang memberikan layanan kepada rakyatnya.
Meskipun disebut banyak sumber jika Kesultanan Serdang merupakan pecahan dari Kesultanan Deli yang disebabkan oleh konflik internal, namun jejak Kesultanan Serdang di sebagian wilayah Deli Serdang dan Serdang Bedagai masih kental dirasakan.
Mata kita masih bisa melihat bekas peninggalan Kesultanan Serdang di beberapa titik. Meskipun istananya sudah roboh dan kini hanya replikanya saja, namun masyarakat bisa melihat bekas peninggalan lain yang masih berdiri kokoh, yakni Masjid Basyaruddin yang berada di Rantau Panjang Kecamatan Pantai Labu, dan Masjid Sulaimaniyah yang berada di pusat kota Perbaungan dan Pantai Cermin.
Masjid-masjid Kesultanan Serdang sangat kental dengan corak Melayunya; seperti semiotika warna kuning, hijau, dan hitam yang melekat di dinding, atap, hingga kubahnya. Masjid peninggalan Sultan Serdang menjadi napas Keislaman pada masanya. Dan kini menjadi wisata religi bagi para pemeluk agama Islam yang ingin melihat lebih dekat sejarah Kesultanan Serdang.