Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi bekerja jelang pensiun (freepik.com)
Ilustrasi bekerja jelang pensiun (freepik.com)

Masa pensiun seharusnya menjadi fase hidup yang nyaman dan menyenangkan setelah bertahun-tahun bekerja keras. Namun, semua itu bisa berubah menjadi penuh kecemasan jika kondisi keuangan tidak dipersiapkan dengan matang sejak dini.

Membangun dana pensiun yang cukup bukan hanya soal menabung, tetapi juga tentang membuat keputusan investasi yang tepat. Sayangnya, masih banyak orang terjebak dalam mitos investasi yang justru berpotensi merusak rencana pensiun mereka. Berikut enam mitos investasi terkait dana pensiun yang perlu dihindari menurut para ahli.

1. Masih terlalu dini untuk menabung pensiun

Ilustrasi dana pensiun (freepik.com)

Banyak generasi muda merasa pensiun masih terlalu jauh, sehingga memilih menunda menabung. Padahal, menurut Nancy Gates, pendidik keuangan dari Boldin, ini merupakan salah satu kesalahan terbesar.

Semakin cepat kamu memulai, semakin lama uangmu berkembang melalui efek compounding. Bahkan kontribusi kecil yang dilakukan secara rutin bisa menghasilkan nilai signifikan dalam jangka panjang. Menabung sekarang dan menambah jumlahnya secara bertahap jauh lebih efektif dibanding mencoba mengejar ketertinggalan di kemudian hari.

2. Investasi terlalu rumit dan berisiko

Ilustrasi investasi (freepik.com)

Investasi memang memiliki risiko, terutama jika kamu berinvestasi pada instrumen yang tidak dipahami. Namun, tidak berinvestasi sama sekali justru bisa lebih berbahaya karena inflasi dapat menggerus nilai tabungan.

Strategi sederhana seperti berinvestasi di reksa dana indeks berbiaya rendah atau target-date fund dapat membantu pertumbuhan dana pensiun secara stabil tanpa perlu strategi rumit.

3. Bisa menabung lebih sedikit dan bekerja lebih lama

Ilustrasi menabung (freepik.com)

Banyak orang berasumsi mereka bisa menunda menabung dan menggantinya dengan bekerja lebih lama. Kenyataannya, masa depan tidak selalu bisa diprediksi.

Menurut Anthea Tjuanakis Cox dari Morgan Stanley, faktor seperti masalah kesehatan, burnout, atau kewajiban keluarga bisa memaksa seseorang pensiun lebih cepat dari rencana, sehingga strategi ini sangat berisiko.

4. Bisa mengatur waktu pasar dengan sempurna

Ilustrasi pasar saham (freepik.com)

Upaya membeli di harga terendah dan menjual di puncak sering dianggap strategi ideal, tetapi jarang berhasil secara konsisten.

Investor yang sukses justru fokus pada durasi berinvestasi, bukan menebak pergerakan pasar jangka pendek. Investasi jangka panjang yang disiplin, ditambah kontribusi rutin dan penyesuaian portofolio berkala, terbukti lebih efektif untuk membangun kekayaan pensiun.

5. 401(k) sudah cukup sebagai satu-satunya rencana pensiun

Ilustrasi pensiun (freepik.com)

Memiliki 401(k) memang penting, tetapi itu seharusnya hanya menjadi bagian dari strategi keuangan yang lebih luas.

Faktor lain seperti pajak, aset properti, asuransi, strategi penarikan dana, hingga waktu klaim jaminan sosial memiliki pengaruh besar terhadap kesejahteraan finansial saat pensiun. Perencanaan pensiun yang menyeluruh akan memberikan ketenangan dan fleksibilitas jangka panjang.

6. Tujuan utama adalah saldo rekening yang besar

Ilustrasi uang pensiun (freepik.com)

Banyak orang terobsesi dengan angka saldo dana pensiun, menganggap semakin besar berarti semakin baik. Padahal, dana pensiun hanyalah alat, bukan tujuan akhir.

Yang terpenting adalah bagaimana uang tersebut mendukung gaya hidupmu. Rencana pensiun yang ideal adalah yang mampu memberikan pendapatan stabil, fleksibilitas, dan rasa aman untuk menjalani hidup sesuai keinginan, baik sekarang maupun di masa depan.

Menghindari mitos investasi dan membangun strategi pensiun yang realistis sejak dini adalah kunci untuk menikmati masa pensiun tanpa stres finansial. Semakin cepat kamu memahami fakta yang benar, semakin besar peluang mencapai kebebasan finansial di hari tua.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team