Perjalanan dua dekade Kliniix Slimm, klinik slimming (Dok. Pribadi)
Dalam sambutannya, Jusuf Efendi, yang didampingi dr. Imelda Tjoe, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para undangan yang telah meluangkan waktu untuk merayakan dua dekade perjalanan Kliniix Slimm.
“Terima kasih atas dukungan Bapak, Ibu, serta seluruh mitra dan sahabat. Berkat kepercayaan inilah Kliniix Slimm dapat tumbuh dan berkembang hingga hari ini,” ungkapnya.
Ditegaskannya bahwa, perayaan ini bukan sekadar penanda usia klinik, melainkan bentuk apresiasi atas kerja keras, dedikasi, dan cinta yang tak pernah surut dari seluruh tim, serta peran besar dr. Imelda Tjoe yang selama ini menjadi sosok sentral di balik perkembangan klinik.
Baginya, perjalanan Kliniix Slimm adalah perjalanan keluarga, dibangun dengan kepercayaan, komitmen, dan visi jangka panjang.
Dua puluh tahun bukan hanya tentang waktu, melainkan tentang kerja hati dan dedikasi.
Kliniix Slimm di tahun 2005 berawal dari sebuah ruang praktik sederhana dengan keterbatasan fasilitas, namun memiliki visi menghadirkan perawatan estetika dan pelangsingan yang aman, personal, dan bermakna melalui konsep Slimming Tanpa Diet. Tantangan di masa awal justru menjadi pelajaran berharga yang mengantarkan klinik ini tumbuh menjadi pusat estetika dengan fasilitas lengkap, teknologi terkini, serta metode perawatan modern yang terus diperbarui.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Imelda Tjoe berbagi kisah perjuangan yang menjadi fondasi berdirinya Kliniix Slimm.
Dia mengenang masa awal praktiknya di sebuah ruangan berukuran 3x4 meter, yang hanya cukup menampung meja konsultasi dan beberapa tempat tidur terapi. Meski ruang terbatas, komitmennya terhadap kualitas pelayanan tak pernah berkurang. Selama bertahun-tahun, ia menerima pasien dengan berbagai keluhan, terutama di bidang pelangsingan dan perawatan wajah.