Comscore Tracker

Keren! Film A Thousand Midnights In Kesawan Akhirnya Tayang di Bioskop

Film garapan anak Medan ini pasang surut selama 4 tahun

Medan, IDN Times - Sebuah film yang menceritakan latar situs sejarah Kesawan di Kota Medan, berjudul A Thousand Midnights In Kesawan telah rilis di layar lebar. Film ini mulai tayang di Cinepolis Medan Fair, Sabtu (30/7/2022).

Film ini dirilis setelah 4 tahun mengalami pasang surut perampungan, akibat pandemik COVID-19. Film ini disutradarai Djenni Buteto atau Diana Saragih dan Hendry Norman. Bergenre drama-horor-romantis komedi ini dibintangi oleh 2 aktor berbakat Kota Medan, Lorencia Adela Putri dan Rudy Syarif.

Gala Premiere ini sekaligus mengambil momen spesial Hari Ulang Tahun ke-432 Kota Medan. Diana mengatakan bahwa, dari film tersebut juga dapat menjadi masukan kepada Pemerintah Kota Medan untuk terus menjaga bangunan bersejarah yang ada di Kota Medan.

1. Diana berharap industri film didukung dan berdampak menghidupkan perekonomian

Keren! Film A Thousand Midnights In Kesawan Akhirnya Tayang di BioskopFilm A Thousand Midnights In Kesawan telah tayang di bioskop (IDN Times/Indah Permata Sari)

Dengan adanya film A Thousand Midnights In Kesawan ini untuk selalu mendukung industri perfilman dari para seniman. “Jangan pernah kapok untuk mendukung karya talent Sumut, Kota Medan. Karena kita adalah kekuatan dari seniman-seniman kita dan kekuatan dari para kreator kita. Jadi kalau gak kita yang support siapa lagi,” ucapnya.

Diana menambahkan bahwa, ada sekitar 16 bidang kreatif yang bisa didukung tinggal memilih untuk menjadi pelaku atau konsumen.

“Jadi, marilah saling support di Sumut. Karena 12 juta penduduk Sumut 1.2 juta penduduk Medan itu adalah potensi pasar yang sangat besar yang bisa menghidupkan perekonomian terutama bidang kreatif. Jadi kita harus melek. Jangan ragu-ragu untuk support para kreator Kota Medan,” jelasnya.

Baca Juga: Film A Thousand Midnights in Kesawan akan Rilis saat HUT Kota Medan

2. FJPI Sumut sampaikan rasa bangga karena disutradarai oleh perempuan asal Medan

Keren! Film A Thousand Midnights In Kesawan Akhirnya Tayang di BioskopFilm A Thousand Midnights In Kesawan telah tayang di bioskop (IDN Times/Indah Permata Sari)

Sementara itu, Ketua FJPI Sumut, Nurni Sulaiman yang turut hadir menjadi penonton A Thousand Midnights In Kesawan ini menyampaikan rasa bangga karena diproduksi oleh seorang perempuan humble (aktif) mendalami dan memproduksi dunia perfilman selama 4 tahun serta melewati masa pandemik COVID-19. Diketahui juga bahwa, Diana merupakan anggota aktif dari FJPI Sumut.

“Saya datang itu karena sutradaranya itu perempuan, bukan berarti tidak dukung laki-laki. Tetapi, saya bangga karena saya dari organisasi persepektif yang berbasis gender Perempuan ada karya Medan itu Perempuan. Jadi kita dukung dan support untuk kemajuan Sumatera Utara dan memotivasi yang muda di Sumut,” jelas Nurni yang juga merupakan Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut.

Menurutnya, film yang disuguhkan untuk para penikmat film bioskop atau pecinta film itu sebuah karya yang keren dan memiliki surprise ending dengan akhir film tersebut.

Dirinya berharap perempuan khususnya di Sumut, jangan pernah berhenti untuk mengejar mimpi dan cita-cita karena semua berawal dari mimpi.

“Saya pernah punya buku dan diterbitkan ke Gramedia itu berupa sebuah mimpi juga dan harus dikejar, jangan bermimpi berkarya dan bermimpi kejar terus dan semangat terus. Perempuan harus berdaya dorong,” ungkapnya.

3. Pemko Medan akan siap berkolaborasi dengan industri film

Keren! Film A Thousand Midnights In Kesawan Akhirnya Tayang di BioskopFilm A Thousand Midnights In Kesawan telah tayang di bioskop (IDN Times/Indah Permata Sari)

Selain itu, pihak Dinas Pariwisata Kota Medan juga tampak hadir dan mengakui bahwa film ini bagus dan mengedukasi para penonton. Pemerintah Kota Medan siap mendukung karya anak Medan untuk selalu berkolaborasi sesuai tagline di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Yunda salah seorang penonton, mengatakan bahwa dirinya teredukasi dengan film yang disajikan terkait sejarah dan bangunan tua.

“Seru, ada mistisnya karena ada gentayangan nya. Jadi tahu sejarah di Kesawan bangunan tua. Pokoknya baguslah. Mantap,” ucapnya.

Baca Juga: Movie Day, Sebarkan Semangat Antikorupsi Lewat Film di Kota Medan

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya