TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

4 Tips Simpel Menjaga Nutrisi saat Menstruasi 

Penuhi kebutuhan nutrisinya mulai sekarang, ya!

ilustrasi wanita pusing (unsplash.com/unsplash+)

Gak bisa dimungkiri menghadapi  masa-masa menstruasi menjadi tantangan tersendiri bagi wanita. Sebab umumnya pada awal siklus menstruasi akan terjadi beberapa perubahan, seperti nyeri kram, pegal pada punggung, sakit kepala, dan sebagainya. Hal ini  diakibatkan oleh berkurangnya kerja hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. 

Selain itu, nyeri haid  kerap kali  juga akan membuat  fokus pada aktivitas sehari-hari juga terganggu, yang mana mempengaruhi produktivitas. Maka ketika  memasuki masa menstruasi tersebut, penting untuk kamu menjaga asupan nutrisi untuk meringankan keluhan yang muncul.

Nah kira-kira apa saja tips menjaga nutrisi saat menstruasi? Selengkapnya simak ulasannya di bawah ini.

1. Konsumsi makanan dengan Kandungan Zat Besi

ilustrasi makanan mengandung zat besi (unsplash.com/andrijana bozic)

Tips menjaga nutrisi saat menstruasi yang pertama yaitu dengan memenuhi kebutuhan zat besi. Mengapa penting? Pasalnya ketika sedang menstruasi, kadar zat besi pada tubuh akan turun, terutama jika darah  yang keluar  dalam jumlah yang cukup banyak. Hal  ini tidak boleh disepelekan karena bisa meningkatkan risiko anemia.

Bukan hanya itu, tubuh yang kekurangan zat besi akan mudah mengalami nyeri, rasa pusing, hingga kelelahan. Sehingga untuk meminimalisir faktor risiko tersebut, memenuhi kebutuhan nutrisi  dengan makanan mengandung zat besi penting. Salah satunya yaitu konsumsi sayuran hijau.

Melansir Forbes Health, Kathy Brown ahli diet terdaftar di wilayah Phoenix yang berspesialisasi dalam kesehatan wanita menyebut,  selama masa menstruasi wanita  perlu memperbanyak konsumsi  makanan kaya zat besi dalam pola makan seperti daging sapi tanpa lemak, ayam kalkun atau sejenisnya, kacang-kacangan dan bayam.

2. Mengonsumsi buah-buahan

ilustrasi semangka (unsplash.com/rens d)

Seperti yang telah disebut sebelumnya,  menstruasi membuat wanita mengalami perubahan kadar estrogen dan progesteron. Hal ini secara tidak langsung juga akan memengaruhi jumlah air dalam tubuh. Belum lagi kalau darah haid yang dikeluarkan  banyak, sangat wajar jika kamu merasa lemas.

Maka agar tubuh tetap terhidrasi, mengonsumsi buah-buahan juga menjadi salah satu tips menjaga nutrisi yang direkomendasikan. Buah-buahan seperti semangka, pir, dan mentimun ini kaya akan air, sehingga bagus untuk membantu kamu tetap terhidrasi.

Bukan hanya mengurangi dehidrasi, mengonsumsi buah juga membantu dalam mengurangi nyeri menstruasi. Menurut Medical News Today, sebuah studi tahun 2018 terhadap mahasiswa di Spanyol menemukan bahwa pola makan vegetarian dan makan lebih banyak buah dan sayuran berhubungan dengan lebih sedikit kram dan berkurangnya nyeri haid.

Baca Juga: 5 Kunci Lulus Tes Wawancara Beasiswa LPDP dari Awardee Asal Sumut

3. Minum banyak air putih

ilustrasi minum (unsplash.com/engin akyurt)

Terdengar klise namun mencukupi asupan air putih memang penting  saat menstruasi. Bukan hanya untuk melepas dahaga, ini membantu mengganti cairan tubuh sehingga terhindar dari dehidrasi yang bisa memicu timbulnya berbagai gejala penyakit. Melansir Healthline, tetap terhidrasi dapat mengurangi kemungkinan kamu terkena sakit kepala, yang mana menjadi gejala umum menstruasi.

Lantas berapa banyak sih asupan air yang dibutuhkan tubuh tersebut? Melansir Medical News Today, Pedoman Diet untuk Orang Amerika 2015-2020 tidak merekomendasikan asupan air harian yang ditetapkan. Namun, National Health Service (NHS)  yang berbasis di Inggris merekomendasikan minum 6–8 gelas setiap hari. Berdasarkan hal tersebut kamu bisa menyesuaikan jumlah konsumsi air dengan kebutuhan kamu, ya.

Verified Writer

Aprilia Nurul Aini

Have a blast!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya