Produksi kue bakul atau kue keranjang di toko Phin Phin Medan (Dok. Istimewa)
Dalam tradisi Tionghoa, Dewa Dapur, atau Zao Jun, adalah sosok penting yang dipercaya mencatat perilaku manusia di rumah. Sebelum Imlek, masyarakat Tionghoa biasanya memberikan kue bakul kepada Dewa Dapur sebagai bentuk persembahan.
Kue ini memiliki tekstur lengket yang dipercaya bisa "merekatkan" mulut Dewa Dapur agar ia tidak melaporkan hal-hal buruk tentang keluarga tersebut kepada Raja Surga.
Dengan kata lain, kue bakul ini merupakan simbol harapan agar keluarga mendapatkan laporan yang baik dan keberuntungan di tahun yang baru.
Tekstur lengket pada kue bakul bukan sekadar ciri khas, tetapi juga melambangkan kebersamaan dan kehangatan keluarga. Dalam perayaan Imlek, kebersamaan keluarga menjadi inti dari semua tradisi. Dengan menikmati kue bakul bersama, diharapkan hubungan antaranggota keluarga menjadi semakin erat.