Setiap bulan Ramadan tiba, kolak hampir selalu hadir sebagai menu pembuka saat azan magrib berkumandang. Tak heran jika banyak orang bertanya, kenapa kolak selalu jadi takjil favorit saat Ramadan dan seolah tak pernah tergantikan. Perpaduan rasa manis dari gula aren, gurih santan, dan lembutnya pisang atau ubi membuat hidangan ini terasa pas untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Di balik cita rasanya yang lembut dan menenangkan, kolak menyimpan sejarah panjang serta filosofi yang lekat dengan tradisi Ramadan di Indonesia. Sajian ini telah berkembang menjadi tradisi yang mengakar dalam momen buka puasa setiap tahunnya. Supaya makin paham, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
