Ramadan tahun ini di Medan terasa riuh sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Saat sore belum benar-benar gelap, jalanan sudah padat. Lapak takjil memanjang, motor berhenti sebentar tanpa banyak basa-basi, orang turun cepat-cepat beli lalu lanjut lagi. Mungkin, ada rasa takut kehabisan. Takut tidak kebagian menu yang memang cuma muncul saat bulan puasa.
Di tengah harga bahan pokok yang naik-turun dan cuaca Medan yang panasnya kadang diganti hujan, makanan khas Ramadan tetap jadi tujuan. Bubur pedas tetap diantri. Pakkat tetap dibakar sampai hitam legam. Toge panyabungan tetap diserbu pembeli yang haus. Setiap tahun pola ini terulang, dan tetap saja ramai.
Dari halaman masjid sampai sudut pasar tradisional, khasnya ramadan selalu memberi warna pada sajian ramadhan, dan dari warna kuliner yang ada, inilah lima kuliner khas Ramadan di Medan yang selalu dicari dan terasa lebih hidup saat bulan puasa. Mari simak!
