Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kopi Khas Sumatra Utara yang Mendunia, Ada Mandailing
ilustrasi kopi (unsplash.com/Jason W)
  • Kopi menjadi bagian budaya dan sumber penghidupan petani Sumatra Utara, dengan sejarah pengembangan sejak masa kolonial Belanda sebagai komoditas perdagangan dan ekspor.
  • Kondisi dataran tinggi dan perbukitan mendukung produksi arabika serta robusta, membuat sejumlah kopi Sumatra Utara dikenal hingga pasar internasional.
  • Daerah unggulan meliputi Sidikalang, Mandailing, Lintong, Sipirok, dan Tarutung, masing-masing menawarkan karakter aroma, rasa, tekstur, serta tingkat keasaman yang berbeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Kopi bukan sekadar minuman bagi masyarakat Sumatra Utara. Komoditas ini telah menjadi bagian dari budaya sekaligus sumber penghidupan bagi banyak petani di berbagai daerah. Dari dataran tinggi yang sejuk, Sumatra Utara menghasilkan biji kopi dengan karakter rasa khas yang diminati hingga pasar internasional.

Sejarah kopi di Sumatra Utara juga berkaitan erat dengan masa kolonial Belanda. Sejak saat itu, kopi mulai dikembangkan sebagai komoditas perdagangan dan ekspor. Seiring waktu, sejumlah daerah di Sumatra Utara tumbuh menjadi sentra perkebunan kopi yang dikenal luas, termasuk penghasil kopi arabika dan robusta.

Kondisi geografis berupa kawasan perbukitan dan dataran tinggi turut mendukung budidaya kopi, terutama arabika. Tak heran jika kopi dari beberapa daerah di Sumatra Utara mampu menembus pasar mancanegara dan memiliki nama tersendiri di kalangan pencinta kopi.

Lantas, daerah mana saja yang dikenal sebagai penghasil kopi unggulan di Sumatra Utara? Berikut beberapa di antaranya.

1. Kopi Sidikalang dari Kabupaten Dairi

Ilustrasi wanita menuang kopi (freepik.com/freepik)

Sidikalang, ibu kota Kabupaten Dairi, terkenal dengan kopi Arabika yang memiliki aroma khas dan rasa yang kuat. Kopi Sidikalang dikenal dengan aroma yang mirip cokelat dan sedikit rasa manis di tengah-tengah rasa pahit pada after taste-nya.

Teksturnya yang halus dan kafein yang cukup tinggi menjadikan kopi ini populer di kalangan penikmat kopi. Kopi Sidikalang sudah menjadi komoditas ekspor.

2. Kopi Mandailing dari Madina

ilustrasi menyeduh kopi (unsplash.com/foodiesfeed)

Kopi Mandailing berasal dari daerah Mandailing Natal dan telah dikenal di dunia sejak era 1900-an. Kopi ini memiliki karakteristik perpaduan rasa manis dan tingkat keasaman yang tidak terlalu tinggi, sehingga aman di lambung.

Selain itu, teksturnya sangat kental dengan aroma yang khas, memberikan sensasi lembut dan cita rasa yang kompleks.

3. Kopi Lintong dari Humbang Hasundutan

ilustrasi secangkir kopi (pexels.com/lina)

Berada di ketinggian yang ideal membuat Humbang Hasundutan menjadi salah satu penghasil kopi terbaik. Adalah kopi Lintong Nihuta yang sudah populer hingga luar negeri.

Kopi ini memiliki aroma yang tajam dengan campuran rasa pedas, rempah, dan herbal. Selain itu, terdapat juga aroma kacang dan cokelat meski tidak terlalu dominan. Keunikan rasa ini membuat kopi Lintong diminati di pasar internasional.

4. Kopi Sipirok dari Tapanuli Selatan

ilustrasi kopi jahe pedas (pixabay.com/cocoparisienne)

Kopi Sipirok berasal dari daerah Sipirok di Tapanuli Selatan. Perkebunan kopi di Sipirok berada di ketinggian antara 1.200-1.300 meter di atas permukaan laut.

Kopi ini memiliki aroma dan rasa buah yang dominan, memberikan sensasi menyegarkan. Selain itu, kopi Sipirok juga memiliki rasa yang cukup pahit dengan tingkat keasaman yang rendah, cocok bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan atau penyakit lambung.

5. Kopi Tarutung dari Tapanuli Utara

ilustrasi kopi hitam (pexels.com/@ryutaro)

Kopi Tarutung berasal dari daerah Tarutung, ibu kota Tapanuli Utara. Kopi ini tersedia dalam jenis robusta dan arabika, masing-masing dengan karakteristik rasa yang agak pahit, gurih, dan tingkat asam yang cukup tinggi.

Aroma kopi Tarutung terbilang unik karena dapat berbeda-beda tergantung dari tanaman atau tumbuhan yang ada di sekeliling perkebunan kopi. Misalnya, jika di sekitar perkebunan terdapat tanaman jeruk, maka kopi akan memiliki aroma jeruk

Curated For You

Editorial Team

Related Article