Daging kambing menjadi salah satu sajian khas Iduladha. Seperti diketahui, hari raya umat Islam yang satu ini memang dilakukan dengan memotong hewan kurban, seperti kambing, sapi, dan domba. Selepas acara pemotongan hewan kurban, perayaan dilanjutkan dengan mengolah daging.
Namun, tidak semua orang yang cukup berani untuk menikmati daging kambing. Salah satu hal yang dikhawatirkan adalah naiknya kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.
Memang, makanan yang satu ini merupakan sumber lemak jenuh. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan dengan cara yang tidak tepat, daging kambing bisa meningkatkan risiko penyakit kolesterol tinggi. Lantas, apa yang harus dilakukan?
Pada dasarnya, daging kambing merupakan makanan yang memiliki banyak kandungan gizi. Ini mungkin bisa menjadi kabar baik bagi pencinta kambing. Dalam 100 gram kambing, setidaknya ada sekitar 150 kalori, 27 gram protein, serta 15 gram lemak. Jenis makanan ini juga kaya akan kandungan kalium, vitamin B12, zat besi, magnesium, selenium, serta omega-3.
Meski begitu, sisi lain dari makanan ini tetap harus diperhatikan. Meski daging kambing kaya akan kandungan nutrisi, tetapi juga merupakan sumber lemak jenuh.
Makanan ini juga bisa meningkatkan risiko naiknya kadar kolesterol di dalam darah. Maka dari itu, jumlah asupan atau konsumsi daging ini perlu dibatasi.
Nah, kamu perlu ketahui bahwa Konsumsi Sate Kambing Berlebihan Akibatkan Kolesterol. Selain membatasi jumlah daging yang dikonsumsi, cara mengolah dan memasak makanan ini juga harus diperhatikan.
Ada beberapa hal penting yang dirangkum Halodoc serta tips agar tetap nyaman konsumsi daging kambing, di antaranya. Yuk simak:
