Comscore Tracker

Sungguh Kreatif! Mahasiswa Medan Ubah Goni Bekas Jadi Aksesoris

Impiannya tembus pasar internasional

Medan, IDN Times - Siapa sangka goni bekas dapat disulap dengan berbagai kerajinan yang dimiliki nilai jual tinggi. Seperti seorang mahasiswa di Kota Medan yang berhasil mengkreasikan goni bekas sehingga terbentuk tas, dompet dan aksesoris lainnya.

Pria bernama Firza Fahdi, dengan kejelian dan kreativitas tingginya mampu mengolah limbah goni bekas menjadi kerajinan cantik dan menarik.

Firza memulai kreatifitas sejak tahun 2018 awal. Namun, belum difokuskan sehingga masih sekedar mencoba. Sejak tahun 2019 awal, memulai untuk fokus dengan bisnisnya

"Saya coba fokusin mulai dari kualitas kerapian sosial media untuk marketingnya. Alhamdulillah sekarang ini di 2019 awal kita sudah mulai fokus, pasar kita juga udah sampai keluar kota dan nasional dan saya harap sih bisa menembus internasional," tutur Firza.

Baca Juga: Keluar dari Maskapai, Ridwan Bangun Kerajinan Kayu One Wood Craft

1. Dapat ide setelah lihat tas teman

Sungguh Kreatif! Mahasiswa Medan Ubah Goni Bekas Jadi AksesorisIDN Times/Indah Permata Sari

Awalnya ide ini muncul saat melihat tas milik temannya. Dengan memanfaatkan satu ruang di rumahnya, Jalan Sejahtera, Helvetia Timur Kota Medan.

"Awalnya sih terinspirasinya waktu melihat teman dia buat dompet dari goni. Saya tertarik, lalu saya minta sama dia, cuma setelah saya lihat hasilnya saya yakin bisa  buat lebih dari ini. Selanjutnya saya coba buat dan masih manual nih. Lalu buat tas masih manual juga. Awalnya kurang puas, lalu terus saya kembangkan," tutur Firza.

2. Awalnya minta bantuan sang Ibu

Sungguh Kreatif! Mahasiswa Medan Ubah Goni Bekas Jadi AksesorisIDN Times/Indah Permata Sari

Keinginan Firza kian kuat untuk mengkreasikan karyanya. Firza kemudian tertarik dan melihat peluang usaha dari bahan goni bekas. Ia pun mencoba membuatnya bersama sang ibu.

Firza mampu menyulurkan ide-idenya. Bersama sang ibu, Firza membuat pola produk berbahan goni bekas.

"Kebetulan mama memahami dalam hal jahit. Saya coba minta tolong nih ke Mama. Saya beri tahu modelnya bagaimana, akhirnya dibuatlah sama si mama. Buatan Mama saya rapi dan cantik. Saya pakai ke kampus dan teman pun menanyakan ke saya. Akhirnya teman-teman pada tertarik dan pesan ke saya," tambah Firza.

3. Butuh ketelitian tinggi

Sungguh Kreatif! Mahasiswa Medan Ubah Goni Bekas Jadi AksesorisIDN Times/Indah Permata Sari

Salah satu proses pembuatan yang memiliki tingkat kesulitan yaitu ketelitian tinggi, karena berbeda dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan teksturnya yang berongga dan sedikit keras. Sehingga sedikit sulit untuk dijahit.

Dalam proses pembuatan Firza memulai dengan pembuatan dan pemotongan pola, penjahitan hingga pelukisan.  

Produk yang sudah dibuat Firza, nantinya akan bertambah lagi untuk dikembangkan, seperti membuat sepatu, sendal dan lainnya menjadi produk menarik.

"Kalau daya tahan, mungkin yang lain bakal gak yakin. Tapi saya cerita fakta ya, teman-teman saya sendiri sudah pakai tasnya kurang lebih setahun. Sampai sekarang bentuknya masih utuh, untuk cacatnya juga belum ada sama sekali, ya paling kotor-kotor pemakaian. Belum ada sih komplainnya," beber Firza.

Untuk kamu yang penasaran dengan karya Firza, silakan cek ig-nya @goniku_nature. Kalau tertarik pesan saja langsung.

Baca Juga: Asli Karya Anak Medan, 3 Fakta tentang Komik Digidoy 

Topic:

  • Doni Hermawan

Just For You