TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Tip Mengasuh Anak agar Cerdas Secara Emosional 

Kecerdasan emosional sangat penting untuk dipelajari 

ilustrasi anak-anak (IDN Times/Aryodamar)

Terdapat banyak manfaat ketika seseorang memiliki kecerdasan emosional yang baik. Sebagai contoh, memiliki hubungan sosial yang baik antar sesama, problem solver yang baik, dan meningkatkan kesehatan mental. Kecerdasan emosional ini dapat diasah dari kecil, di bawah pengasuhan orang tua.
 
Manfaat-manfaat dari kecerdasan emosional tadi akan berpengaruh dalam kehidupan anak sekarang maupun di masa depan. Kabar baiknya, semua anak mempunyai kemampuan untuk mempelajari kecerdasan emosional, mereka hanya memerlukan orang-orang dewasa untuk mengajarinya. Berikut 6 tip mengasuh anak untuk memperoleh kecerdasan emosional.

1. Beri label pada emosi atau perasaan anak 

ilustrasi anak dan ibu (Pixabay.com/Chuck Underwood)

Tips pertama untuk mengasuh anak agar cerdas secara emosional adalah beri label pada emosi atau perasaan anak. Pada umumnya, anak belum mengerti apa yang ia rasakan sesungguhnya. Apabila tidak ada yang mengarahkan, anak akan sulit mengerti tentang emosi atau perasaannya sendiri.

Memberi label pada emosi atau perasaan anak dapat dimulai dari apa yang mereka sedang alami. Sebagai contoh, ketika Ia tiba-tiba menangis, coba gali informasi mengapa anak menangis. Apakah karena disakiti, kecewa, atau hal-hal lain. Beri tahu anak tentang jenis atau label emosi yang sedang mereka rasakan.

Baca Juga: 5 Tip Meningkatkan Skill Bahasa Inggris di Tengah Aktivitas Kuliah

2. Tampilkan rasa empati 

ilustrasi ibu dan anak (Pixabay.com/Phillips)

Cara kedua untuk mengajarkan anak tentang kecerdasan emosional ialah menunjukkan rasa empati. Rasa empati yang ditampilkan orang tua akan dapat dicontoh oleh anak yang melihatnya. Anak cenderung mudah mempelajari apa yang dicontohkan daripada apa yang diperintahkan.

Rasa empati dapat ditunjukkan saat sedang merespon cerita anak. Bukan hanya dari situ, saat sedang melihat kejadian tertentu, tunjukkan lah rasa empati dan anak akan mempelajarinya dari situ. Rasa empati akan semakin tumbuh dari anak yang telah terbiasa melihat contoh yang terjadi di sekitar.

3. Mengajarkan ekspresi dari sebuah emosi  

ilustrasi ayah dan anak perempuan (Pixabay.com/Olya Adamovich)

Cara berikutnya untuk mengasuh anak agar cerdas secara emosional ialah mengajarkan ekspresi dari sebuah perasaan. Ekspresi dari sebuah emosi atau perasaan sangatlah penting dalah melatih kecerdasan emosional. Tanpa adanya ekspresi dari sebuah emosi, sulit untuk diri sendiri bahkan orang lain memahami apa yang sedang dirasakan.

Selain itu, ekspresi dari sebuah emosi sebaiknya diajarkan dengan cara-cara yang baik. Terdapat beberapa ekspresi negatif dari luapan emosi yang seharusnya dihindari. Orang tua harus dapat mengajarkan ekspresi yang tepat sesuai dengan emosi atau perasaan yang dirasakan oleh anak.

4. Mengajarkan cara mengendalikan emosi 

ilustrasi anak dan orang tua (Pixabay.com/lisa runnels)

Cara berikutnya untuk melatih kecerdasan emosional anak adalah mengajari cara mengendalikan emosi. Kecerdasan emosional tidak terbatas hanya pada memahami perasaan, namun juga mengendalikannya. Tanpa kontrol emosi yang baik, kecerdasan emosional yang baik akan sulit untuk diperoleh.

Mengendalikan emosi yang dapat diajarkan orang tua kepada anak dapat seperti melatih ketenangan saat emosi sedang meluap-luap. Banyak cara untuk mengendalikan emosi, pastikan anak mengerti cara mengontrol emosi. Selain itu, pilihlah cara mengendalikan emosi yang cocok untuk usianya.

5. Mengembangkan kemampuan problem solving 

ilustrasi anak kecil dan ayah (Pixabay.com/Daniela Dimitrova)

Hal penting lainnya dalam melatih kecerdasan emosional anak adalah mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Dalam kecerdasan emosional, salah satu skill yang perlu diasah ialah problem solving. Dengan adanya kemampuan ini, anak akan lebih mudah untuk mencari solusi apabila terjebak dalam emosinya.

Sebagai contoh, ketika mainan anak rusak lalu menangis, tanpa adanya kemampuan ini anak akan terus menangis. Namun apabila dibekali kemampuan memecahkan masalah, anak akan mencoba berpikir apa yang harus dilakukan selanjutnya. Kemampuan ini harus dibiasakan sejak dini dan memerlukan waktu yang tidak singkat.
 

Baca Juga: Ini 4 Tip Tampil Percaya Diri di Depan Kamera

Verified Writer

Windy Septiyanti

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya