TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Yogigs, Tak Hanya Sekadar Panggung Musik untuk Band-band Medan

Hadirkan band punk legend Spinach Popeye dan Filsafatian

Band punk Spinach Popeye saat tampil di Yogigs Volume 1 di Seruang Cafe, Minggu (16/7/2023) (IDN Times/Doni Hermawan)

Kau buas...
Melumpuhkan....
Haus, risau, khawatir, ngeres, laper.....

Itulah sepenggal lirik lagu "Ganja" yang dibawa band punk Spinach Popeye menghentak di Se-Ruang Coffee Jalan Sisingamangaraja, Minggu (16/7/2023) malam. Lagu-lagu lawas diandalkan band veteran dari Tanjungmorawa itu menjadi puncak dari panggung musik bertajuk "Yogigs" volume 1 malam itu. 

Spinach Popeye bersama Filsafatian, dua band yang membuka Yogigs sebagai implementasi ide seorang jurnalis Analisa, harian terbitan Medan Yogi Yuwasta. Yogi yang beberapa tahun terakhir aktif menulis musik di media tempatnya bekerja merasa harus mengarsipkan karya-karya band Medan tak hanya lewat tulisan. Tapi dengan sebuah gigs atau panggung musik.

Baca Juga: Phawak asal Bolivia Keliling Indonesia Kenalkan Budaya lewat Musik

1. Ide berawal dari interview dengan band-band Medan

Yogi Yuwasta (kanan) saat sesi interview dengan band punk Spinach Popeye pada Yogigs Volume 1 di Seruang Cafe, Minggu (16/7/2023) (IDN Times/Doni Hermawan)

Yogi mengatakan ide dari acara ini bermula dari obrolan usai interview dengan beberapa band-band lokal Medan yang kemudian dituangkannya lewat tulisan setiap pekan di koran tersebut. 

"Muncul gagasan untuk membuat pertunjukkan musik yang berbeda dari biasanya. Dari obrolan berlanjut ke diskusi ringan dengan tim solid sehingga muncul gagasan untuk menggarap Yogigs yang berusaha menawarkan pertunjukan musik yang bukan sekadar saja," kata Yogi, Minggu (16/7/2023).

 

2. Diselipkan dengan dialog

Yogigs Volume 1 di Seruang Cafe, Minggu (16/7/2023) (IDN Times/Doni Hermawan)

Menurut alumni Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatra Utara itu, Yogigs berbeda dari panggung musik biasanya karena menggabungkan interview dan dialog. Jadi sebelum atau sesudah manggung, band diajak berdialog. 

"Sebagai seorang wartawan saya berusaha menyajikan pertunjukkan musik yang punya nilai entertainment, informatif dan edukatif," tambahnya.

Selain itu Yogi juga mengatakan panggung musik ini juga jadi jawaban untuk pecinta musik lokal yang memertanyakan karya anak-anak Medan. 

" Ini juga sebagai upaya "Yogigs" untuk mendokumentasikan dan mengarsipkan band-band dan musisi Kota Medan sekitarnya yang sampai saat ini masih eksis dan berkarya," katanya.

 

Baca Juga: Mengenal Murbab, Alat Musik Legendaris Karo yang Jejaknya Misterius 

Berita Terkini Lainnya