Comscore Tracker

Final Inggris di Liga Champions, Chelsea Seperti Deja Vu 2007/2008

Chelsea berharap kali ini hasilnya beda

Jakarta, IDN Times - Sejarah kembali tercipta di final Liga Champions tahun ini. All England final tercipta setelah Manchester City dan Chelsea memastikan tiket final. The Blues menyusul The Citizens setelah membungkam Real Madrid 2-0 di Stamford Bridge, Kamis (6/5/2021) dini hari. 

Dua tahun lalu juga tercipta final sesama tim Inggris saat Liverpool bersua Tottenham. Namun salah satu yang mirip dengan kondisi saat ini adalah tahun 2007/2008, saat itu Chelsea juga menciptakan All England final menghadapi Manchester United. 

Mengingat kembali laga itu, MU sempat unggul lewat gol Cristiano Ronaldo, sebelum akhirnya Chelsea menyamakan kedudukan lewat sepakan Frank Lampard. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan babak perpanjangan waktu selesai.

Namun kali itu The Blues harus menyerah lewat adu penalti. MU memastikan gelarnya. Bagaimana dengan final sesama Inggris tahun ini?

1. Chelsea kembali mentas di final sesama tim Inggris

Final Inggris di Liga Champions, Chelsea Seperti Deja Vu 2007/2008Pesepak bola Chelsea Olivier Giroud melakukan selebrasi setelah berhasil mencetak gol ke gawang Newcastle United dalam laga lanjutan Liga Inggris, di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Senin (15/2/2021). Chelsea berhasil mengalahkan Newcastle United 2-0. ANTARA FOTO/Pool via Reuters--Paul Childs

Liga Champions 2020/21 menghadirkan catatan unik. Setelah terakhir kali terjadi pada 2018/19 silam, saat Liverpool bersua Tottenham Hotspur, kini All England final di Liga Champions kembali tercipta, melibatkan Manchester City dan Chelsea.

Bagi ManCity, selain jadi final perdana di Liga Champions. Uniknya, mereka jumpa tim sesama Inggris pula. Sedangkan bagi Chelsea, ini jadi All England final kedua. Fakta lainnya, Chelsea jumpa ManCity yang merupakan tetangga MU.

Baca Juga: 8 Klub di Luar Liga Top Eropa yang Pernah Juara Liga Champions

2. Kondisi Chelsea mirip dengan 2007/08

Final Inggris di Liga Champions, Chelsea Seperti Deja Vu 2007/2008Pesepak bola Chelsea Mason Mount (kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya Reece James seteah berhasil mencetak gol ke gawang Liverpool dalam laga lanjutan Liga Inggris, di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (4/3/2021). Chelsea berhasil mengalahkan Liverpool 1-0 lewat gol yang dicetak Mason Mount pada menit ke-42. ANTARA FOTO/Pool via Reuters-/Phil Noble

Tidak beda jauh dengan 2008 lalu saat MU lebih diunggulkan, Chelsea lagi-lagi dipandang sebagai tim underdog di final Liga Champions 2020/21.

Ketimbang Chelsea, ManCity memang tampil lebih menjanjikan musim ini. Bermodalkan materi pemain-pemain muda macam Phil Foden dan Ruben Dias, berpadu dengan beberapa senior yang perlahan mulai menunjukkan kematangan macam Riyad Mahrez, Kevin De Bruyne, Raheem Sterling, dan Fernandinho, ManCity jadi tim yang tak tersentuh di Liga Champions musim ini.

Sedangkan, terlepas dari keberhasilan menundukkan Real Madrid, Chelsea tetap berstatus underdog di final nanti. Namun, mereka punya modal kuat untuk menundukkan The Citizens, apalagi jika melihat performa Timo Werner, Kai Havertz, dan Mason Mount, yang menanjak di tiap pertandingan.

3. Final ketiga buat Chelsea di Liga Champions

Final Inggris di Liga Champions, Chelsea Seperti Deja Vu 2007/2008Instagram.com/chelseafc

Secara keseluruhan, laga final Liga Champions 2020/21 ini jadi yang ketiga buat Chelsea. Setelah kegagalan di musim 2007/08, Chelsea kembali menapaki partai final Liga Champions di musim 2011/12, di bawah asuhan Roberto Di Matteo.

Menghadapi Bayern Munich di Allianz Arena, Chelsea tampil rapi dan mampu membungkam Bayern lewat babak adu penalti. Apakah kenangan musim 2011/12 terulang lagi? Atau malah kenangan 2007/08 yang akan terjadi lagi, kala mereka tumbang di tangan tim asal Manchester?

Baca Juga: ManCity Habiskan Rp34 Triliun Demi ke Final Liga Champions

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya