Comscore Tracker

Menanti Aksi Sang Debutan Liga 1 2020, Persiraja Banda Aceh

Bhayangkara jadi ujian perdana malam ini

Banda Aceh, IDN Times - Persiraja is Back. Tim Bumi Serambi Makkah ini akhirnya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Menanti 12 tahun lamanya, warga Aceh akan menyaksikan langsung kick off Liga 1 Sabtu (29/2) malam nanti. Stadion Harapan Bangsa, akan menjadi saksi sejarah kembali dimulai kala Persiraja ditantang tim Bhayangkara FC.

Keberhasilan anak asuh Hendri Susilo finish di peringkat ketiga Liga 2 2020 menjadikan mereka berhak mengisi satu slot di Liga 1. Kini bahkan Persiraja menjadi satu-satunya wakil Pulau Sumatera.

Seperti apa kekuatan Persiraja kini? Mampukah bersaing atau sekadar numpang lewat? Berikut persiapannya.

1. Berstatus tim promosi, Persiraja memiliki ambisi di musim perdananya kembali

Menanti Aksi Sang Debutan Liga 1 2020, Persiraja Banda AcehPara pemain Persiraja Banda Aceh saat masih di Liga 2 musim 2019 (IDN Times/persiraja.id)

Mungkin saat ini Persiraja Banda Aceh masih berstatus tim promosi yang baru naik ke Liga 1. Namun demikian, bukan berarti tim ini tidak memiliki ambisi.

Meski target yang dipasang tak mau bermuluk-muluk, akan tetapi mantan juara Liga Perserikatan pada 1980 tersebut yakin mampu bertahan di Liga 1 dan menembus 10 besar klasmen untuk musim 2020 ini.

“Pertama target kita adalah bertahan di Liga 1. Kita targetkan bisa bertahan dan masuk dalam 10 besar. Itu target utama kita di musim 2020 ini,” kata Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani.

Dalam catatan, Persiraja memiliki kekuatan besar saat laga kandang. Terbukti, selama Liga 2 musim 2019 lalu, tak satu tim pun yang mampu mengalahkan Laskar Rencong di kandang mereka.

Jadi besar kemungkinan jika tim yang diasuh Hendri Susilo ini mampu menembus 10 besar klasmen akhir liga sesuai yang ditargetkan.

Baca Juga: Laga Perdana Lawan Bhayangkara, Ini Kekhawatiran Persiraja

2. Menepis pesimis dari orang-orang dengan optimistis tim

Menanti Aksi Sang Debutan Liga 1 2020, Persiraja Banda AcehPersiraja Banda Aceh (IDN Times/persiraja.id)

Menjadi satu-satunya perwakilan dari Sumatera ternyata tidak mudah bagi Persiraja. Tim asal provinsi paling barat Indonesia ini pun bahkan dikait-kaitkan masa depannya dengan sejumlah tim asal Sumatra lainnya yang pernah berada di kasta tertinggi Liga Indonesia.

Misalnya, PSMS Medan yang pernah mendapat promosi naik ke Liga 1 musim 2018, lalu terun tahta di musim berikutnya. Begitu juga dengan Semen Padang yang berstatus promosi Liga 1 musim 2019 dan harus terdegradasi di musim 2020 ini.

Dalam artian, Persiraja dikait-kaitkan akan bernasib sama atau hanya akan bertahan satu musim di Liga 1, setelah itu akan kembali terdegradasi ke Liga 2.

Meskipun demikian, Rahmat tidak mau terlalu memikirkan pandangan pesimis yang dilontarkan oleh orang. Sebab Persiraja Banda Aceh merupakan tim berbeda.

“Saya rasa pesimisme itu tetap ada, terutama dari haters. Sama juga seperti musim lalu, kita malah dituduh merekrut pemain kampung mentah-mentah. Pesimisme itu tidak membuat kita kemudian berhenti karena itu,” ujar Rahmat.

3. Perpaduan pemain baru, lama, dan ada 4 pemain asing

Menanti Aksi Sang Debutan Liga 1 2020, Persiraja Banda AcehHendri Susilo memberikan arahan kepada para pemain Persiraja Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)

Layaknya tim-tim lainnya, memantapkan diri dalam mengarungi kompetisi Liga 1 2020, Persiraja Banda Aceh pun merekrut sejumlah pemain untuk memperkuat skuat Laskar Rencong. Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh mengatakan, musim ini Persiraja rencananya akan diperkuat 28 hingga 30 pemain.

“Kita sudah mengontrak 28 pemain, termasuk 4 pemain asing. Untuk target pemain yang akan dikontrak itu 28 sampai 30 pemain.”

Dari 28 pemain tersebut, ternyata 14 di antaranya merupakan para pemain yang pernah memperkuat tim asal ibu kota Provinsi Aceh ini sewaktu Liga 2 2019 lalu. Di antaranya, sang kapten Mukhlis Nakata, Fakhrurrazi Quba, Eriyanto, Agus Suhendra, Tri Rahmad Priadi, Fery Komul, Defri Rizki, Muddasir Acil, Zamrony, Andre Abu Bakar, Ahsanul Rijal, Luis Irsandi, Husnudzon, dan Aliyah Alfuad.

Sementara untuk pemain yang baru bergabung, di antaranya Miftahul Hamdi, Nazarul Fahmi,   Asep Budi, Rendy Saputra, Rezham Baskoaro, Muhammad Kasim Slamat, Kesuma Satria Yudhistira, Teddy Heri Setiawan, Aji Bayu Putra, Ganjar Mukti, serta empat pemain asing, yakni Bruno Dybal, Vanderlei Francisco, Adam Mitter, dan Samir Ayass.

“Sebelumnya kita masih kurang satu stopper lagi namun kita telah mendatangkan Ganja dari Arema dan sekarang masih mencari striker satu orang lagi,” imbuh Rahmat.

4. Mempercayai kualitas para pemain lokal meski bukan berstatus pemain bintang

Menanti Aksi Sang Debutan Liga 1 2020, Persiraja Banda AcehSkuat Persiraja Banda Aceh usai finish ke tiga Liga 2 2019 (IDN Times/persiraja.id)

Hingga menjelang bergulirnya Liga 1, nama-nama pemain bintang di Liga Indonesia memang tak tampak dalam skuat Laskar Rencong, baik untuk pemain lokal maupun pemain asingnya. Hal itu pun diakui oleh Rahmat dan ia tak menampiknya.

Mereka lebih mempercayai para pemain yang tidak begitu dikenal namun memiliki kualitas dalam mengolah si kulit bundar di tengah lapangan. Termasuk dalam merekrut pemain asing, Persiraja Banda Aceh malah sengaja memilih para pemain yang memang belum terlalu di kenal di kencah sepak bolah Indonesia.

“Pertama, memang tidak ada jaminan pemain bintang itu mampu menghasilkan prestasi. Kedua, tidak ada yang percaya Persiraja lolos promosi. Kita punya strategi sendiri dalam merekrut pemain Di Indonesia, itu pemain bintang, terkadang cuma label nama. Kebetulan misalnya dia pemain timnas, namun kemudian dalam hal skil dia beda-beda tipis dengan pemain yang ada.”

“Justru Persik Kediri dengan pemain yang tidak terkenal, tiba-tiba bisa juara di Liga 2,” imbuh Rahmat.

Kekuatan sebuah tim dikatakan Rahmat bukan terletak pada individu pemainnya, namun bagaimana para pemainnya memiliki solidarits dan militansi untuk klub yang dibela. Oleh karena itu menurutnya, dalam menjalani sebuah kompetisi perlu strategi khusus yang tidak hanya diterapkan ketika bermain di lapangan.

“Jadi kalau strategi itu tidak hanya kita lihat dalam segi permainan, tetapi juga bagaimana kesiapan tim membangun kekompakan, kesolidan, dan membangun kekeluargaan dalam tim. Jadi bukan hanya strategi dalam permainan, Kalau permainan itu taktik, taktik untuk menang. Tepi strategi ini, itu dari awal sampai akhir musim yang harus kita jaga sebaik-baiknya,” tegasnya.

5. Memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada nakhoda tim dan para asistennya

Menanti Aksi Sang Debutan Liga 1 2020, Persiraja Banda AcehPelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo (Tengah) (IDN Times/persiraja.id)

Hendri Susilo kembali mendapat kepercayaan untuk menakhodai tim kebanggaan masyarakat Aceh dalam mengarungi Liga 1 musim 2020 ini. Dapat mempromosikan Persiraja ke tahta tertinggi sepak bola Indonesia, menjadi alasan pihak manajemen klub untuk memperpanjang kontrak pelatih kelahiran Sumatra Barat 54 tahun silam tersebut.

“Pertama, beliau membuktikan bahwa ia berhasil membuat kita dipromosikan. Kedua, Hendri Susilo cocok dengan karakter Aceh. Selain itu, ia juga tidak ada kendala dari PSSI dalam hal lesensi kepelatihan,” kata Rahmat.

Dalam menangani Persiraja musim ini, Hendri Susilo akan dibantu Akhyar Ilyas sebagai asisten pelatih, pelatih kiper Edi Harto, dan pelatih fisik Irwansyah

Baca Juga: Dikalahkan Persiraja, Ini PR Philep Hansen Jelang Liga 2

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya