Comscore Tracker

Semifinal SEA Games, Indonesia vs Myanmar: Dua Langkah Menuju Sejarah

Performa Osvaldo Haay dkk semakin moncer

Jakarta, IDN Times - Dua langkah lagi harus dilalui Tim Nasional Indonesia U-22 demi mewujudkan ambisi emas SEA Games. Menghadapi Myanmar pada semifinal di Stadion Rizal Memoriam, Manila, Sabtu (7/12) sore ini pukul 15.00 WIB, pasukan Indra Sjafri akan tampil all out

Lolos sebagai runner up grup B, Andi Setyo dkk sejauh ini menunjukkan perkembangan positif. Hanya kalah sekali dari empat laga, Garuda Muda menyajikan performa yang gemilang.

"Setiap pelatih punya periodesasi persiapan untuk mencapai peak performa di semifinal dan final. Tim ini semakin bagus setiap laga, mudah-mudahan di semifinal juga semakin baik dan pemain mencapai peak performa di final," kata Indra Sjafri dalam sesi konferensi pers sebelum laga, Jumat (6/12).

1. Tim dokter dan fisioterapi Timnas U-22 berusaha memulihkan kondisi pemain

Semifinal SEA Games, Indonesia vs Myanmar: Dua Langkah Menuju SejarahPemain Timnas U-22, Osvaldo Haay (tengah), melakukan latihan persiapan jelang SEA Games 2019. IDN Times/Ilyas Listianto Mujib

Semangat berkobar pun terus digelorakan Indra jelang laga, terlebih anak asuhnya tengah dilanda kelelahan lantaran harus menjalani pertandingan hanya dengan jeda libur satu hari saja.

Tapi, itu bukan kendala berarti, Indra yakin tim pelatih bisa segera mengembalikan fisik pemain seperti sebelumnya.

"Paling penting bagi Timnas U-22 adalah recovery, tim dokter dan fisioterapi sedang kerja keras bekerja agar pemain betul-betul bugar untuk pertandingan sore menghadapi Myanmar," ujar pelatih yang pernah menangani Bali United tersebut.

Baca Juga: Timnas Indonesia Hadapi Myanmar di Semifinal SEA Games 2019

2. Rekor Timnas U-22 di babak semifinal cukup buruk

Semifinal SEA Games, Indonesia vs Myanmar: Dua Langkah Menuju SejarahTimnas U-22 saat mengalahkan Brunei 8-0 pada pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Sepak Bola Binan, Laguna, Filipina, Selasa (3/12). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras

Indra boleh saja optimistis, namun fakta membuktikan bahwa Timnas Indonesia ternyata sangat sulit untuk lolos ke babak final. Skuat Garuda acap kali kalah saat menjalani laga semifinal di SEA Games.

Sejak 1977, dari 15 kali penampilannya, hanya lima kali Timnas Indonesia berhasil menang di babak semifinal, 10 sisanya diakhiri dengan kekalahan.

Hal itu jelas jadi kewaspadaan pasukan Indra Sjafri dalam duel melawan Myanmar nanti. Namun, pelatih berusia 54 tahun itu tak mau berlebihan menanggapinya. Ia berpendapat bahwa dirinya selalu berpikir positif ke depan dan melupakan masa lalu.

3. Recovery pemain Myanmar lebih menguntungkan?

Semifinal SEA Games, Indonesia vs Myanmar: Dua Langkah Menuju SejarahTimnas Myanmar kala berlaga melawan Kamboja, Senin (2/12) kemarin. MFF.org

Sementara, kubu lawan tengah diuntungkan jelang duel besok. Sebab, Myanmar punya waktu istirahat empat hari, lebih lama dari Timnas U-22 yang harus kembali bertanding selang sehari.

Itu bisa jadi modal lawan untuk membuat Timnas U-22 kesulitan, mau bagaimanapun jadwal padat seperti itu, sedikit-banyak memengaruhi performa tim di lapangan.

Namun, Indra kembali menanggapi dengan santai. "Itu jadi keuntungan atau tidak, silakan tanya ke pelatih Myanmar, karena empat hari recovery, jangan-jangan pemain Myanmar kegemukan dan nanti tak bisa lari," ujar Indra seraya dengan berkelakar.

Baca Juga: Golongan Darah hingga Sidik Jari, Jadi Alasan Pilih Pemain Timnas U-22

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya