Comscore Tracker

Merinding! 10 Peristiwa Pembantaian Massal dengan Korban Terbanyak

Warning: foto-foto di bawah ini mengandung sadisme

Sejarah kemajuan suatu bangsa sangat sulit dipisahkan dari sejarah pembantaian massal. Pasalnya pembantaian umumnya berkaitan dengan latar belakang politis, di mana pihak yang berkuasa akan memusnahkan kelompok yang tidak sepaham dengannya.

Puluhan hingga ratusan ribu jiwa tak bersalah pun harus menanggung akibatnya, dibantai hidup-hidup tanpa ada pilihan untuk menyelamatkan diri.

Berikut ini adalah pembantaian dengan jumlah korban terbanyak di dunia. Yuk simak!

1. Pembantaian di masa pemerintahan Ranavalona I

Merinding! 10 Peristiwa Pembantaian Massal dengan Korban Terbanyaktodayifoundout.com

Ada banyak kekejaman yang terjadi di masa kepemimpinan Ranavalona I dari Madagaskar di tahun 1829-1842. Ranavalona I menerapkan fanompoana alias kerja paksa untuk mengganti pembayaran pajak selain dalam bentuk uang atau barang. Ia juga memperbudak sekitar 50.000 orang untuk berburu kerbau, tetapi hanya diberi sedikit perbekalan dan masih harus membangun jalan.

Akhirnya, sekitar 10.000 orang tewas selama 4 bulan masa perburuan. Di bawah kekuasaan Ranavalona I, populasi Madagaskar menurun dari 5 juta penduduk ke 2,5 juta penduduk dalam rentang waktu 1833-1839. Siapapun yang menentang keinginan Ranavalona I, maka akan dijatuhi hukuman keras dan bahkan harus menemui ajal.

2. Pembantaian massal di era Negara Bebas Kongo

Merinding! 10 Peristiwa Pembantaian Massal dengan Korban Terbanyakwellcomecollection.org

Ini bermula dari Raja Leopold II dari Belgia yang ingin menguasai tanah yang luas di Afrika dan memanfaatkannya untuk memperkaya diri sendiri. Berlangsung dari tahun 1885-1905, Raja Leopold II mendapatkan keuntungan besar dari produksi karet. Di sisi lain, ia juga melakukan kekejaman pada rakyat Kongo dengan menyiksa, mengeksekusi dan bahkan memutilasi mereka!

Selain itu, kematian signifikan juga terjadi akibat kelaparan dan wabah penyakit. Diperkirakan, lebih dari 10 juta penduduk Kongo tewas di bawah pemerintahan Leopold, berdasarkan studi berjudul "Civilization and the Congo Free State" yang ditulis oleh Eddie Pimentel dan diterbitkan pada tahun 2019 lalu.

3. Pembantaian di masa Perang Jepang

Merinding! 10 Peristiwa Pembantaian Massal dengan Korban Terbanyakenglishworldwar2.weebly.com

Masa perang Jepang (tahun 1895-1945) merupakan saat-saat yang kelam bagi beberapa negara di Asia, tak terkecuali Indonesia. Menurut para sejarawan, pasukan militer dan keluarga Kekaisaran Jepang, khususnya di bawah Kaisar Hirohito, bertanggung jawab atas kematian 3-14 juta warga sipil, ungkap laman About History.

Tak sedikit yang mengalami penyiksaan, kelaparan, kerja paksa, eksperimen manusia dan pembantaian. Menurut studi berjudul "Statistics Of Japanese Democide Estimates, Calculations, and Sources" yang ditulis oleh R.J. Rummel mengatakan bahwa rezim militer Jepang membunuh orang-orang Tiongkok, Indonesia, Korea dan Filipina, termasuk tahanan perang Barat. Sadis!

4. Pembantaian di era Ottoman Turki Muda

Merinding! 10 Peristiwa Pembantaian Massal dengan Korban Terbanyakencyclopedia.ushmm.org

Pada tahun 1913-1922, terjadi genosida dan pembersihan etnis di bawah Kekaisaran Ottoman Turki Muda. Di masa itu, terjadi Genosida Armenia yang menewaskan 800 ribu sampai 1,5 juta jiwa, Genosida Asyur yang menewaskan 150-300 ribu nyawa serta Genosida Yunani yang menewaskan 289-750 ribu jiwa, ungkap laman About History.

Belum lagi, peristiwa kelaparan besar Gunung Lebanon yang menewaskan 200 ribu nyawa. Yang terparah adalah Genosida Armenia yang meninggal karena kelaparan, dehidrasi dan paparan penyakit, selain karena dibantai. Selain itu, puluhan ribu anak-anak dipisahkan dari orang tuanya dan dipaksa untuk pindah agama, tutur laman United States Holocaust Memorial Museum.

5. Pembantaian di masa Joseph Stalin

Merinding! 10 Peristiwa Pembantaian Massal dengan Korban Terbanyakbacktonormandy.org

Pada tahun 1922-1953, rezim Joseph Stalin melakukan kejahatan kemanusiaan dan genosida pada jutaan orang. Penyebab kematiannya beragam, mulai dari kelaparan, mengikuti kamp kerja paksa, pembersihan etnis hingga pembantaian.

Menurut sejarawan Timothy D. Snyder yang telah melakukan penelitian selama 20 tahun, jumlah korban tewas diperkirakan antara 6-9 juta jiwa. Baik itu dibantai secara langsung ataupun tewas karena kebijakan yang diciptakan di rezim Stalin. Sebagian orang yang tewas adalah tahanan politik dan etnis minoritas.

Baca Juga: Sering Terlupakan, Ini 7 Ilmuwan Perempuan dengan Jasa Besar Mendunia

6. Pembunuhan massal di bawah Pemerintahan Nasionalis Tiongkok

Merinding! 10 Peristiwa Pembantaian Massal dengan Korban Terbanyaksocialistalternative.org

Rudolph Rummel, profesor yang mengajar di Indiana University, Yale University dan University of Hawaii, mengatakan bahwa Pemerintah Nasionalis Tiongkok bertanggung jawab atas 6-18,5 juta kematian di periode 1928-1946. Menurutnya, sekitar 1 juta warga sipil kelaparan atau terbunuh karena dituduh menghalau kemajuan komunis, dilansir dari laman About History.

Selain itu, 4,2 juta orang mengalami kelaparan atau meninggal karena penyakit selama kampanye wajib militer yang mengerikan. Sementara, 440 ribu hingga 893 ribu warga sipil Tiongkok tewas, padahal mereka yang dipersiapkan oleh Pemerintah Nasionalis Tiongkok untuk melawan Jepang.

7. Pembantaian oleh Nazi Jerman

Merinding! 10 Peristiwa Pembantaian Massal dengan Korban Terbanyakwikipedia.org

Mungkin, inilah peristiwa pembantaian massal yang paling dikenal, yaitu yang dilakukan oleh Nazi Jerman pada 1939-1945. Nazi menyasar kelompok tertentu sebagai target, yakni orang Yahudi, Polandia, Gipsi, Serbia, Slavia Timur, orang cacat, homoseksual, Freemason, POW, dan Saksi-Saksi Yehuwa.

Khusus orang Yahudi, mereka secara sistematis dibunuh dalam genosida dan dikumpulkan dalam kamp konsentrasi terlebih dahulu. Tua, muda, laki-laki, perempuan dan bahkan anak-anak menjadi sasaran genosida yang brutal, yaitu dibakar hidup-hidup di suatu ruangan tertutup secara bersamaan hingga menjadi abu. Diperkirakan, sekitar 6 juta orang Yahudi tewas akibat genosida yang dilakukan oleh Nazi Jerman.

8. Pembantaian di era Mao Zedong

Merinding! 10 Peristiwa Pembantaian Massal dengan Korban Terbanyaklaogai.org

Berdasarkan buku berjudul "The Black Book of Communism: Crimes, Terror, Repression" yang diterbitkan di tahun 1997, mengatakan bahwa ada 65 juta orang Tiongkok yang tewas di bawah kekuasaan Mao Zedong. Siapa pun yang berani menghalangi jalannya akan dihabisi, entah dengan cara dipenjara, dilaparkan atau dieksekusi mati, ujar laman The Heritage Foundation.

Rinciannya, sebanyak 15 juta orang tewas akibat kelaparan, 800 ribu orang akibat reforma agraria, 20 juta orang tewas akibat ditaruh di kamp kerja paksa dan diharuskan bekerja lebih dari 14 jam per hari serta masih banyak lagi. Banyak sejarawan menyebut, korban tewas di era Mao Zedong lebih banyak daripada Hitler atau Stalin.

9. Pembantaian di masa kekuasaan Khmer Merah

Merinding! 10 Peristiwa Pembantaian Massal dengan Korban Terbanyakushmm.org

Sepanjang tahun 1975-1979, rezim Khmer Merah Kamboja memaksa penduduknya untuk melakukan kerja paksa, penganiayaan dan eksekusi yang kejam. Diperkirakan, hampir dua juta orang tewas di bawah kekuasaan gerakan komunis fanatik yang bertujuan untuk mengubah Asia Tenggara menjadi utopia agraria tanpa kelas, terang United States Holocaust Memorial Museum.

Dua juta orang yang tewas ini adalah sepertiga dari populasi penduduk Kamboja pada masa itu. Genosida ini berakhir di tahun 1979, di mana Vietnam melakukan invasi ke Kamboja. Dan pada tahun 2009, ditemukan 23.745 kuburan massal dari korban peristiwa tersebut.

10. Pembantaian oleh pemerintah Korea Utara

Merinding! 10 Peristiwa Pembantaian Massal dengan Korban Terbanyakkoreanhistory.info

Korea Utara dikenal sebagai negara dengan pemerintahan paling represif dan otoriter dengan rekor hak asasi manusia terendah. Lebih dari 200 ribu orang ditahan di kamp konsentrasi karena dianggap sebagai pembangkang politik. Tak sedikit pula yang menjadi korban perbudakan, penyiksaan, eksperimen manusia, penyerangan dengan gas beracun dan penembakan.

Kekejaman ini berlangsung sejak tahun 1948 hingga sekarang. Tidak banyak informasi yang tersedia karena Korea Utara dikenal sebagai negara yang paling tertutup. Tetapi, berdasarkan informasi, diperkirakan ada 710 ribu hingga 3,5 juta korban tewas di bawah pemerintahan Korea Utara, ujar laman About History.

Nah, itulah 10 peristiwa pembantaian massal dengan korban terbanyak sepanjang sejarah. Jangan sampai terulang lagi, ya!

Baca Juga: Ini Penampakan Asli Virus Corona Saat Masuk ke Sel Tubuh Manusia

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya