Comscore Tracker

Sering Dijadikan Tempat Pesugihan, Ini Kuburan Terangker di Indonesia

Yuk simak sejarahnya!

Jakarta, IDN Times - Yang namanya pemakaman, semewah apapun pasti mempunyai kesan angker. Salah satu makam terangker di Indonesia adalah Makam Medelek di Kecamatan Tembelang Jombang, Jawa Tengah.

Banyak cerita mistis yang juga beredar dalam masyarakat tentang pengalaman mistisnya di sekitar Makam Medelek, Jombang.

Sebab, tempat yang dahulunya sakral ini, kini dijadikan tempat untuk pesugihan bagi masyarakat yang menginginkan sesuatu. Sejarah Makam Medelek juga diyakini menjadi latar belakang kisah mistis yang dipercaya oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan penelusuran tim PM:AM, Bayu dan Doel, berusaha untuk mengungkap sejarah kebenaran dari cerita mistis yang menyelimuti Makam Medelek ini.

1. Sejarah Makam Medelek yang dahulunya adalah sebuah tempat sakral

Sering Dijadikan Tempat Pesugihan, Ini Kuburan Terangker di IndonesiaMakam Medelek, Jombang (YouTube IDN Times/PM:AM)

Dahulu kala, sekitar tahun 900, Makam Medelek ini merupakan bangunan sakral dan megah yang harus dilewati untuk menuju ke sebuah Kerajaan Medang Kamulan.  Bangunan megah ini dihiasi dengan batu-batuan berwarna oranye, merah, dan kuning yang mendukung sisi kramatnya.

Bangunan ini sudah ada tepat setelah kejayaan Kerajaan Mataram. Konon dahulu kala, banyak masyarakat sekitar yang sering mengadu kekuatan ilmu ghaib yang dimilikinya di tempat ini, bekerja sama dengan kerajaan gaib yang ada di Makam Medelek.

Dinamakan Medelek karena dahulu terdapat sosok yang dihormati oleh kerajaan bernama Ki Ageng Medelek. Setelah sosok ini tiada, ia dikuburkan di Makam Medelek. Sebab itu, makam ini dinamakan Makam Medelek oleh masyarakat sekitar.

Makam Medelek ini sejak dahulu sudah dijadikan tempat sakral yang merupakan bagian dari wilayah kerajaan saat itu. Banyak juga masyarakat yang sering melakukan semadi dan pesugihan untuk menenangkan diri, hingga mendapatkan ilmu di tempat sakral ini.

Baca Juga: Terkenal Mistis, Ini Fakta Unik Istana Kepresidenan di Yogyakarta

2. Dua Pusaka kramat yang menjadi kunci dari kesucian Makam Medelek

Sering Dijadikan Tempat Pesugihan, Ini Kuburan Terangker di Indonesia(Makam Medelek, Jombang) YouTube IDN Times/PM:AM

Berdasarkan sejarah, makam ini memiliki dua buah pusaka yang membuat tempat ini memiliki kekuatan magis. Pusaka ini dapat memiliki kekuatan yang berbeda dan bisa memiliki kekuatan yang sama, selama diperlakukan dengan sama.

Namun, bila diperlakukan berbeda, maka efek yang ditimbulkan juga akan berbeda. Semakin kuat kekuatan pusaka tersebut, hingga bisa untuk menyelamatkan nyawa orang yang telah mati.

Pusaka ini memiliki energi yang sangat kuat untuk mempengaruhi lingkungan di sekitar. Energi positif atau negatif dari pusaka ini, bergantung pada perlakuan masyarakat terhadap pusaka dan tempat ini.

Sayang, kala itu Ki Ageng Medelek salah langkah ketika berniat menangkap pusaka ini. Ia mengorbankan banyak orang sakti sebagai jalan untuk menangkap pusaka ini.

Padahal melalui kekuatan orang-orang sakti ini, dua pusaka tersebut bisa semakin kuat kekuatannya dan mengeluarkan energi positif untuk tempat ini.

Lambat laun, orang-orang sakti di kerajaan ini pun mati dan menyisakan Ki Ageng Medelek seorang. Sehingga menyebabkan pusaka ini mengeluarkan energi pelindung yang negatif untuk tempat ini.

3. Sumur Makam Medelek menjadi pintu sakral untuk menuju ke kerajaan

Sering Dijadikan Tempat Pesugihan, Ini Kuburan Terangker di Indonesia(Makam Medelek, Jombang) YouTube IDN Times/PM:AM

Pada tahun 900-an, Makam Medelek merupakan makam hijau yang luas, indah, dan disucikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat pun harus membuka sandal dan menyucikan diri sebelumnya, bila ingin masuk ke dalam Makam Medelek saat itu.

Jika ditelusuri semakin ke dalam, terdapat sebuah sumur di Makam Medelek yang dahulunya digunakan sebagai tempat untuk membersihkan diri sebelum menuju ke Candi dan ke wilayah Kerajaan yang berada di dalam.

Sumur ini diketahui sebagai pintu utama untuk dapat masuk ke dalam Candi dan Kerajaan. Namun, tidak semua orang diperbolehkan untuk bisa masuk ke Candi dan wilayah kerajaan yang disucikan ini.

“Jangan dikotorin. Sering dibersihkan, dijaga suci, perlakukan sebagai tempat suci dan tempat beribadah. Kalo bisa, salam, lepas alas kaki dan bersuci dahulu sebelum masuk ke dalam tempat kramat ini,” pesan salah satu makhluk yang berkomunikasi dengan Bayu.

Baca Juga: Kisah Mistis di Balik Bangunan Tak Berpenghuni di Bukit Jimbaran Bali

https://www.youtube.com/embed/U-fg9_xk_oA

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya