Comscore Tracker

Mitos-mitos Satu Suro yang Masih Dipercaya Hingga Kini

Percaya gak guys?

Tanggal 1 Muharram adalah penanda pergantian tahun Hijriah. Tahun ini memasuki 1443 H. Namun untuk penanggalan kalender Jawa disebut dengan Suro atau sura.

Nah, bulan Suro ini biasanya jadi perbincangan karena adanya mitos atau ritual-ritual yang dilakukan menurut kepercayaan turun temurun yang dipercaya hingga kini. Bahkan masyarakat Jawa biasanya mengadakan tradisi-tradisi menyambut Satu Suro.

Tapi kamu tidak harus mempercayainya kok karena memang ini hanya mitos dan kepercayaan sebagian suku. Apa saja sih?

1. Tidak menggelar pesta pernikahan

Mitos-mitos Satu Suro yang Masih Dipercaya Hingga KiniIlustrasi Menikah Muda (IDN Times/Alfisyahrin Zulfahri Akbar)

Untuk yang pertama dan sering kita dengar saat bulan Suro adalah disarankan untuk tidak menggelar pesta pernikahan. Tapi bukan karena PPKM lho!

Ya, memang di bulan ini jarang sekali orang mau menggelar pernikahan. Tentu saja mitos ini sudah lama jadi cerita masyarakat. Jika melakukannya bisa tertimpa kesialan atau musibah.

Tentu saja ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan jika semua hari itu baik.

Baca Juga: Tahun Baru Hijriah, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Umat Islam

2. Tak boleh pindah rumah

Mitos-mitos Satu Suro yang Masih Dipercaya Hingga KiniIlustrasi di rumah (ANTARA FOTO/Seno)

Satu mitos lain yang sering didengar di bulan Suro adalah larangan untuk pindah rumah. Kenapa gak boleh?

Terutama malam satu suro. Hal itu dianggap bukan hal yang baik. Kembali lagi, kabarnya bisa mendatangkan musibah juga jika melanggarnya.

3. Tapa Bisu atau tak berbicara

Mitos-mitos Satu Suro yang Masih Dipercaya Hingga KiniSesepuh desa menata sesaji saat melakukan Tradisi Malam 1 Suro di lereng Gunung Merapi, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2020). Meskipun diadakan dalam suasana sederhana, warga setempat tetap menjalankan tradisi malam 1 Suro atau 1 Muharram 1442 H sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perlindungan selama hidup di lereng Gunung Merapi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Salah satu ritual yang sering dilakukan pada malam 1 Suro adalah tidak boleh berbicara sama sekali atau tapa bisu. Biasanya dilakukan mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta.

Selain tak boleh bicara, orang tersebut juga tidak boleh makan, minum serta merokok saat melakukan ritual tapa bisu.

4. Arwah leluhur kembali ke rumah

Mitos-mitos Satu Suro yang Masih Dipercaya Hingga KiniRumah arwah dibuat mirip dengan aslinya lengkap dengan nama marga keluarganya. IDN Times/Fariz Fardianto

Selain itu mitos lain yang dipercaya saat malam satu suro adalah kembalinya arwah leluhur atau orang ke rumah yang sudah lama ditinggalkannya. Bahkan kabarnya arwah orang-orang yang menjadi tumbal pesugihan akan dilepaskan.

Tapi tetap saja cerita-cerita tadi hanya mitos dan yang terpenting adalah percaya kepada Allah SWT. Perbanyak saja beribadah di bulan Muharram ini.

Baca Juga: Masuk Tahun Baru Islam Besok, Begini Niat Puasa Muharram

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya