Comscore Tracker

Sepele! 7 Perang dalam Sejarah Dunia yang Dipicu Makanan

Ternyata makanan sangat sensitif ya

Perang biasanya terjadi karena perebutan wilayah. Ada ambisi untuk merebut kekuasaan dan mengembangkan hegemoninya.

Namun pernahkah kamu tahu jika ternyata ada alasan perang yang di luar dugaan. Ya, dalam sejarah dunia pernah terjadi perang karena persoalan makanan. 

Ya, memang jika ditelisik logistik yang diusik bisa memengaruhi tensi hingga terpaksa mengumandangkan perang. Perang apa saja yang dipicu karena makanan?

1. Pembantaian Grattan (Agustus 1854)

Sepele! 7 Perang dalam Sejarah Dunia yang Dipicu MakananPixabay

Pada 17 Agustus 1854, seekor sapi milik seorang jemaat Mormon di Oregon Trail nyasar ke Fort Laramie (Wyoming). Naasnya, sapi tersebut ditangkap dan dilahap oleh High Forehead, anggota suku Miniconjou dari Lakota Sioux.

Sebenarnya, berdasarkan Perjanjian 1851, masalah ini seharusnya melibatkan Agen Indian (wakil suku Indian untuk pemerintah AS). Namun, para tentara AS mencoba bernegosiasi untuk menangkap High Forehead.

Kepala suku Sioux, Conquering Bear (Matȟó Wayúhi) mencoba menawarkan kompensasi kuda. Akan tetapi, negosiasi menemui jalan buntu.

Sepele! 7 Perang dalam Sejarah Dunia yang Dipicu Makananprasasti peringatan Pembantaian Grattan (wikimedia.org)

Jadi, Lt. John L. Grattan, membawa 29 tentara dan 1 juru bahasa untuk "bernegosiasi" dengan Sioux. Tingkah arogan Grattan dan penerjemah yang asal-asalan membuat tensi meningkat. Puncaknya, seorang tentara menembak asal dan membunuh Conquering Bear. Sontak, Sioux menyerang balik dan membantai mereka semua!

Inilah faktor penyebab Perang Sioux Pertama yang berlangsung selama dua tahun pada 1854-1856. Perang tersebut juga adalah awal dari Perang Sioux yang berlangsung hingga 1891 dan dimenangkan oleh AS.

2. Perang Emu Besar

Sepele! 7 Perang dalam Sejarah Dunia yang Dipicu Makananburung emu (pixabay.com/christels-3741991)

Perang kali ini bukan melawan manusia, melainkan bahan makanan! Pada tahun 1932, para petani Australia mengeluh bahwa ada lebih dari 20.000 emu, burung asli Australia, yang menyusup dan merusak hasil panen mereka. Jadi, G. P. W. Meredith dan tentara kerajaan Australia memulai kampanye 6 minggu untuk menurunkan populasi emu.

Meskipun tak bisa terbang, para tentara Australia tidak dapat menghalau emu yang dapat berlari amat cepat hingga susah ditembak! Malah, konon, emu yang tertembak pun dapat tetap lolos dari maut. Jadi, upaya menurunkan populasi emu pun gagal dan bisa dikatakan, perang ini dimenangkan oleh para emu!

3. Perang Roti

Sepele! 7 Perang dalam Sejarah Dunia yang Dipicu Makananpixabay.com

Di awal pemerintahan republik Meksiko, penghancuran dan penjarahan pun merajalela. Namun, pemerintah Meksiko tidak dapat memberikan kompensasi. Salah satu korbannya adalah koki Prancis, Remontel, yang tokonya dirusak pada 1832. Ia meminta kompensasi 60.000 peso. Namun, permintaan Remontel tak didengar.

Pada 1838, keluhan Remontel dan beberapa pengusaha Prancis di Meksiko pun sampai ke telinga Raja Louis-Phillippe. Mengingat utang Meksiko yang menumpuk dan masalah ini, Prancis pun meminta 600.000 peso! Presiden Meksiko Anastasio Bustamante tidak mau membayar karena jumlah tersebut terlalu besar di zamannya.

Murka, Raja Louis-Phillippe mengirimkan armada angkatan laut untuk memblokade pelabuhan Meksiko dari Yucatán hingga Rio Grande. Perang pun berkecamuk selama tiga bulan dan memakan hampir 300 nyawa. Akhirnya, Britania Raya pun turun tangan, sehingga Meksiko setuju untuk membayar 600.000 peso.

Baca Juga: 9 Inovasi Militer Canggih dan Modern, Tapi Tak Bisa Dipakai Perang

4. Perang Babi

Sepele! 7 Perang dalam Sejarah Dunia yang Dipicu Makananpexels.com/James Frid

Meskipun Perjanjian Oregon 1846 seharusnya menyelesaikan sengketa wilayah antara AS dan Inggris, keambiguan bahasa menyebabkan sengketa mengenai Pulau San Juan, antara daratan AS dan Pulau Vancouver (sekarang Kanada). Baik AS dan Inggris sama-sama mengklaim kedaulatan atas pulau tersebut.

Inggris mengirim Hudson Bay Company untuk mendirikan peternakan domba di San Juan, sementara para pemukim Amerika sudah mulai bermigrasi ke San Juan. Konflik dimulai pada Juni 1859, saat seorang petani AS menembak mati seekor babi yang merusak kebunnya. Babi tersebut ternyata milik seorang pekerja Hudson Bay Company!

Argumen pun memuncak hingga AS mengirimkan 460 tentara dan Inggris mengirimkan 5 kapal perang dengan 2.140 tentara! Pertempuran tak terjadi hingga 1872 dan berakhir saat San Juan menjadi milik AS. Satu-satunya korban? Hanya sang babi malang!

5. Perang Garam

Sepele! 7 Perang dalam Sejarah Dunia yang Dipicu Makanangoodfood.com.au

Pada abad ke-15 di Italia, konflik perbatasan antar negara adalah hal biasa. Namun, pada 1482, persaingan perdagangan menjadi penyebab perang. Saat itu, Venesia menguasai perdagangan garam melalui perjanjian komersial. Namun, kota Ferrara perlahan mengambil alih pabrik garam di Comacchio, sehingga membuat Venesia khawatir. 

Ketegangan antara Ferrara dan Venesia memuncak hingga perang diumumkan pada 1482 dengan Venesia menyerang Ferrera dan mengepung Comacchio. Perang ini bahkan melibatkan Negara Gereja yang diperintah oleh Sri Paus dan kerajaan tetangga lain. Akhirnya, pada 1484, perang ini diakhiri Perjanjian Bagnolo yang memenangkan Venesia.

6. Perang madu

Sepele! 7 Perang dalam Sejarah Dunia yang Dipicu MakananIlustrasi madu (IDN Times/Dwi Agustiar)

Pada 1839, sebuah perang wilayah berlangsung antara negara bagian Missouri dan Iowa, AS. Sesuai namanya, perang tanpa konflik ini dimulai karena madu. Tetapi, dalam jangkauan luas, sebenarnya, perang ini memperebutkan batas wilayah yang disebut Sullivan Line.

Hal ini dimulai karena Iowa tidak ingin membayar cukai pada Missouri. Pada 1837, para pemungut cukai dari Missouri menebang tiga pohon dan mengambil madunya. Para pemungut cukai pun dihampiri oleh para penduduk lokal yang menghalau mereka dengan garpu rumput!

Kemudian, para penduduk Iowa juga menangkap sheriff daerah Clark County, Missouri. Kedua negara bagian sudah siap berperang. Tak ingin bersimbah darah, gubernur Iowa dan Missouri pun setuju untuk bernegosiasi. Akhirnya, sang sheriff dibebaskan dan Kongres AS membagi Sullivan Line.

7. Perang Babi Serbia

Sepele! 7 Perang dalam Sejarah Dunia yang Dipicu Makananluxofood.com

Pada awal abad ke-20, Kerajaan Serbia adalah pengekspor utama daging babi ke Kekaisaran Austria-Hongaria. Namun, Serbia mencoba untuk menjalin perdagangan dengan negara lain seperti Bulgaria dan Prancis.

Murka, Austria-Hongaria menghukum Serbia dan tidak mengimpor daging babinya lagi mulai 1906. Serbia tetap teguh dan melanjutkan ekspor ke negara lain. Malah, Serbia menekan Bosnia-Herzegovina yang saat itu dikontrol oleh Austria-Hongaria dan Rusia siap mendukung Serbia.

Perang sempat terelakkan saat Jerman meneken ultimatum pada 1909 agar Rusia berhenti "memanas-manasi" Serbia. Lima tahun kemudian, konflik antara Serbia dan Austria-Hongaria berlanjut hingga menjadi faktor penyebab Perang Dunia I (PD1).

Nah, makanya jangan sekali-kali menyepelekan makanan. Bisa memicu perang yang bisa menyebabkan nyawa melayang. 

Baca Juga: 7 Teori Konspirasi Ini Ternyata Fakta, Bukan Isapan Jempol

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya