Comscore Tracker

Erupsi Lagi, 5 Fakta Gunung Anak Krakatau yang Terus Berevolusi

Erupsi tidak sebabkan tsunami

Gunung Anak Krakatau dilaporkan erupsi pada Jumat (10/4) malam sekitar pukul 21.58 WIB. Saat ini Anak Krakatau sedang dalam level waspada.

Netizen juga heboh di media sosial soal adanya suara dentuman keras berkali-kali. Erupsi gunung purba itu membuat panik sejumlah warga karena diikuti pasangnya air laut. Syukurnya tidak ada laporan terjadinya tsunami seperti yang terjadi pada akhir 2018 lalu. 

Sejarah panjang mewarnai anak dari Gunung Krakatau yang meletus pada 1883. Gunung ini telah berumur 30 tahun yang lalu dan sejak awal terus mengalami evolusi dalam perihal bentuk.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini ulasan selengkapnya!

1. Anak dari gunung Krakatau

Erupsi Lagi, 5 Fakta Gunung Anak Krakatau yang Terus Berevolusiwikipedia.org

Berbicara tentang Anak Krakatau, maka harus berbicara tenang induhnya, yaitu Gunung Krakatau. Gunung tersebut merupakan gunung berapi aktif yang sudah ada sejak dulu. Ledakan terbesarnya di dunia modern ini terjadi pada 26–27 Agustus 1883.

Tercatat letusan Gunung Krakatau sebagai salah satu bencana alam terparah yang pernah terekam sejarah. Tenaga ledakannya mencapai 200 megaton atau setidaknya 13.000 kali bom nuklir yang menghancurkan Hiroshima. Barulah pada 1927, tercatat pulau baru muncul dari kaldera Krakatau. Pulau itu dinamakan Anak Krakatau.

2. Sepenuhnya permanen membentuk pulau pada tahun 1930

Erupsi Lagi, 5 Fakta Gunung Anak Krakatau yang Terus Berevolusichematierra.mx

Di awal-awal munculnya Anak Krakatau, pulau yang berisikan gunung berapi aktif tersebut tidaklah sepenuhnya muncul terus-terusan. Ada kalanya pulau tersebut surut dan hilang dari pandangan. Hal itu terjadi di antara tahun 1928 hingga 1930 dan tercatat hingga tiga kali, sebelum akhirnya benar-benar permanen di atas permukaan air laut.

Baca Juga: Meski Erupsi, Status Gunung Anak Krakatau Masih Level Waspada

3. Memiliki letusan yang berbeda

Erupsi Lagi, 5 Fakta Gunung Anak Krakatau yang Terus Berevolusiwisegeek.com

Melihat dari sejarah Anak Krakatau sendiri, banyak letusan yang terjadi pada gunung baru tersebut. Pada periode 1928 hingga 1930, Anak Krakatau meletuskan erupsi tipe Surtseyan, erupsi yang di laut.

Lalu pada 1960, erupsinya berubah menjadi tipe Vulcanian yang mengeluarkan magma dalam durasi sebentar dan kecil, namun jahat. Itupun masih berubah pada 1981 menjadi letusan Strombolian yang membentuk kerucut di puncaknya.

4. Bertumbuh ke arah tenggara

Erupsi Lagi, 5 Fakta Gunung Anak Krakatau yang Terus BerevolusiANTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat/pras.

Area barat lereng gunung berapi ini lebih terjal ketimbang arah timurnya. Setidaknya lebih dari 28° kemiringan lebih curam ketimbang timur.

Namun pada 1981 terdapat ledakan yang mengubah jalur aktivitas magma ke arah tenggara. Itu menjadikan pertumbuhan Anak Krakatau lebih banyak ke arah tenggara dan bahkan masih tercatat hingga 1995. Hal itu memberikan perkiraan bahwa longsoran gunung Krakatau akibat letusan pada 1883 juga mengarah ke sana.

5. Masih terus "berusaha" membentuk gunung utuh yang aktif hingga sekarang

Erupsi Lagi, 5 Fakta Gunung Anak Krakatau yang Terus Berevolusiirinnews.org

Sampai sekarang Anak Krakatau masih terus menerus erupsi dan terus terbentuk. Di 2010 saja, sudah terdapat letusan yang tidak berhenti. Masih belum bisa diketahui dan diprediksi sampai sejauh apakah Anak Krakatau akan terbentuk.

Selain Gunung Anak Krakatau, ada banyak juga gunung aktif lain di Indonesia yang erupsi terus menerus. Semoga tidak terjadi bencana lagi.

Baca Juga: BMKG: Erupsi Gunung Anak Krakatau Tidak Sebabkan Tsunami

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya