Durhaka Versi Zaman Now! Pura-pura Diculik & Minta Tebusan Rp25 Juta

Kirim foto tangan terikat dan mata tertutup pada orangtua

Makassar, IDN Times - Legenda Malin Kundang jadi kisah yang sangat populer di Indonesia. Yakni bercerita tentang anak yang durhaka pada ibunya lalu dikutuk menjadi batu.

Zaman makin modern, kisah-kisah tentang anak yang tidak patuh alias durhaka pada orangtua makin di luar akal, bahkan melebihi kejamnya Si Malin Kundang.

Seperti kasus yang satu ini di Makassar. Seorang mahasiswi berinisial RA alias Echa di Makassar, Sulawesi Selatan, nekat merekayasa kasus penculikan  dirinya dan minta tebusan Rp25 juta pada orangtuanya sendiri.

Usut punya usut, penculikan itu palsu dan motifnya demi ingin membeli handphone iphone X.

Yuk simak kisahnya.

1. Echa sempat mengirimkan fotonya dalam keadaan terikat

Durhaka Versi Zaman Now! Pura-pura Diculik & Minta Tebusan Rp25 JutaIDN Times/Sukma Shakti

Kasus ini terungkap setelah aparat Kepolisian Resor Kota Besar Makassar menelusuri laporan dari orang tua Echa. Sang anak disebut tak pulang ke rumah selama beberapa hari, hingga akhirnya masuk sebuah pesan WhatsApp yang menyatakan dia diculik. Namun kenyataannya lain.

"Setelah diinterogasi, ternyata si anak ini bukan korban penculikan. Dia sendiri yang mengirimkan pesan singkat kepada orang tuanya dengan maksud meminta uang untuk keperluan bersangkutan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko kepada wartawan di Makassar, Jumat (19/7).

Indra menjelaskan, tim Jatanras Polrestabes Makassar mencari tahu keberadaan Echa berdasarkan pesan WhatsApp yang masuk ke telepon orang tuanya. Disebutkan bahwa Echa disekap di suatu tempat. Turut dilampirkan foto dirinya yang dalam keadaan tangan terikat dan mata tertutup.

Kamis malam, berdasarkan informasi yang diterima, Polisi menemukan lokasi pengambilan foto penyekapan. Namun Echa tidak ada di sana. Dia ditemukan aparat di wilayah Kabupaten Maros, sehari kemudian.

Saat ini Echa diamankan di markas Polrestabes Makassar untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Tidak ditemukan indikasi perbuatan penculikan. Ternyata hanya rekayasa sendiri," ucap Indra.

Baca Juga: Resmob Polda Sulsel Tembak Pelaku Begal Pembawa Golok

2. Uang tebusan akan digunakan untuk memenuhi gaya hidup

Durhaka Versi Zaman Now! Pura-pura Diculik & Minta Tebusan Rp25 JutaMonoar/pixabay.com

Polisi masih mendalami motif rekayasa kasus penculikan Echa. Dugaan sementara berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, perbuatan ini dilakukan karena Echa butuh uang untuk memenuhi keperluan gaya hidup.

Sejauh ini, Echa disebut berbuat atas inisiatif sendiri. Dia hanya sempat meminta tolong kepada salah seorang teman untuk difoto dalam keadaan disekap. Konon, ide rekayasa penculikan ini dilakukan setelah Echa mengetahui orang tuanya baru saja memperoleh uang hasil penjualan tanah.

"Sementara dari hasil pemeriksaan, uang tebusan Rp25 juta untuk gaya hiduplah. Pengen iPhone X, keterangannya begitu dari dia," Indra menambahkan.

3. Tebusan Rp25 juta belum sempat dikirim

Durhaka Versi Zaman Now! Pura-pura Diculik & Minta Tebusan Rp25 JutaIlustrasi rupiah (ANTARA FOTO)

Dalam merekayasa kasus penculikan, Echa disebut menggunakan nomor telepon bukan miliknya untuk menghubungi orang tuanya. Nomor itu didapatkan dengan membeli kartu selular baru. Polisi sempat kesulitan mengungkap keberadaannya, karena identitas pengguna nomor itu tidak dalam keadaan terdaftar.

Belum disebutkan bagaimana nasib Echa setelah kasus ini terungkap. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari pihak terkait, termasuk orang tua Echa. Bagaimana dengan uang tebusan Rp25 juta yang sempat diminta?

"Orang tuanya hampir mentransfer. Tapi sudah lebih dulu melaporkan kepada kami, sehingga tidak jadi," kata Indra.

Baca Juga: Curi Laptop Warga Pinrang, TNI Gadungan Diringkus Timsus Polda Sulsel 

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Just For You