Comscore Tracker

Mengenal Kamala Harris, Wakil Presiden Perempuan Pertama Amerika

Dulu Harris sering mengkritik Biden

Jakarta, IDN Times - Agustus 2020 lalu, Joe Biden yang resmi menantang petahana Donald Trump pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020 membuat kejutan. Dia memilih seorang perempuan sebagai pendampingnya. Adalah Kamala Harris yang dimaksud.

Senator dari California itu ditunjuk mendampingi Biden sebagai calon wakil presiden. Sebuah kejutan karena belum pernah ada perempuan yang duduk sebagai wapres sebelumnya. Tapi Kamis (21/1/2021) hari ini, sejarah tercipta. Harris dilantik jadi wakil Presiden Amerika Serikat perempuan pertama mendampingi Joe Biden.

Mantan wakil presiden Barrack Obama itu punya alasan memilih Harris. Dia merupakan aktivis untuk perempuan dan anak. Dia juga bukan wajah baru bagi Biden. Bahkan Harris dulu kerap mengkritik Biden saat ikut konvensi Partai Demokrat 2019. 

Nah, pengin tahu lebih detail soal Kamala Harris? Yuk, simak rekam jejaknya.

1. Kamala Harris terlahir dari orang tua imigran India dan Jamaika

Mengenal Kamala Harris, Wakil Presiden Perempuan Pertama AmerikaSenator Kamala Harris saat masih kecil dan kedua orang tuanya (potongan video dari BBC)

Harris terlahir dari kedua orang tua imigran. Stasiun berita BBC, Rabu (12/8/2020) melaporkan, ayah Harris berasal dari Jamaika, sedangkan sang ibu lahir di India. Namun, kedua orang tuanya bercerai dan ia diasuh oleh ibunya yang beragama Hindu, Shyamala Gopalan Harris. Sang ibu adalah peneliti kanker dan aktivis hak-hak sipil. 

Ia besar dengan pengaruh budaya India yang dikenalkan oleh sang ibunda. Bahkan, ia ikut berkunjung ke rumah ibunya di India. Tetapi, di sisi lain, Harris mengatakan, ibunya juga mengadopsi budaya orang kulit hitam di Oakland, California. Selain itu, sang ibu juga menanamkan budaya tersebut ke dia dan adiknya, Maya. 

"Ibuku benar-benar memahami bahwa ia tengah membesarkan dua anak perempuan berkulit hitam," ungkap Harris dalam biografinya berjudul "The Truths We Hold."

Sang ibu, kata Harris lagi, paham bahwa kampung halamannya di India akan melihat ia dan Maya sebagai dua perempuan berkulit hitam. Sejak saat itu, sang ibu memastikan bahwa ia dan Maya akan bangga terlahir sebagai perempuan berkulit hitam. 

Ia sempat menghabiskan masa kecilnya selama lima tahun di Kanada, karena ibunya mendapatkan pekerjaan mengajar di Universitas McGill. Ia dan adiknya, Maya, sempat sekolah di Montreal. 

Kemudian, ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Howard, salah satu kampus terbaik dan bersejarah bagi warga kulit hitam. Harris mengatakan, kuliah di kampus tersebut memberikan pengalaman yang tak terlupakan. 

Dalam wawancara dengan harian Washington Post, Harris mengatakan, ia bangga dengan identitas dirinya sebagai perempuan berkulit hitam dan anak imigran. Kendati, ia tetap menyebut dirinya sebagai warga Amerika. 

2. Perempuan kulit hitam pertama yang jadi jaksa agung di negara bagian California

Mengenal Kamala Harris, Wakil Presiden Perempuan Pertama AmerikaCalon Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat, Kamala Harris (Instagram.com/kamalaharris)

Setelah meraih gelar sarjana di Universitas Howard, Harris lalu mendapatkan gelar sarjana hukumnya di Universitas California, Hastings. Ia kemudian mulai kariernya sebagai jaksa di kantor jaksa di Alameda. 

Harris kemudian berhasil menjadi jaksa wilayah terbaik di San Francisco pada 2003. Ia juga menjadi perempuan kulit hitam pertama yang terpilih sebagai jaksa agung di negara bagian California. Ia juga pernah bekerja sebagai pengacara. 

Memasuki periode kedua sebagai jaksa agung di negara bagian California, Harris rupanya mendapat sorotan cukup luas. Sorotan itu ia manfaatkan untuk ikut pemilihan anggota senat muda di negara bagian California pada 2017. 

Sejak ia duduk di kursi senat, Harris kerap mendapat dukungan dari kelompok progresif. Terutama karena berani menyampaikan pertanyaan kritis dan tajam terhadap calon hakim Mahkamah Agung ketika itu, Brett Kavanaugh dan Jaksa Agung, William Barr. 

Baca Juga: 5 Fakta Joe Biden, Dari Senator Termuda Jadi Presiden Tertua Amerika

3. Kamala Harris dikritik belum terlalu progresif dari kebijakan yang didukungnya

Mengenal Kamala Harris, Wakil Presiden Perempuan Pertama AmerikaCalon Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat, Kamala Harris (Instagram.com/kamalaharris)

Kendati ia menyatakan diri sebagai individu yang progresif, tetapi bagi sebagian orang, kebijakan yang ia tawarkan saat ikut konvensi capres Partai Demokrat, kurang bertaring. Seorang pengajar hukum dari Universitas San Francisco, Lara Bazelon, menulis Harris menghindar menunjukkan sikap lebih keras untuk isu reformasi kepolisian, proses hukum yang keliru, dan narkoba. 

Alih-alih menyatakan secara terbuka agar institusi kepolisian perlu dibubarkan lalu direformasi, Harris menyarankan, agar agen khusus kepolisian dilengkapi dengan kamera di tubuh mereka. Saran ini kemudian diterapkan untuk agen penegak hukum di Departemen Kehakiman California.

Harris juga menyuarakan agar informasi berupa statistik kejahatan bisa diakses oleh publik. Meskipun sudah menyuarakan kebijakan tersebut, tetapi Harris gagal memperoleh tiket untuk lolos ke putaran selanjutnya di konvensi. 

4. Kamala Harris tegas menolak perlakuan diskriminatif yang dialami warga kulit hitam

Mengenal Kamala Harris, Wakil Presiden Perempuan Pertama AmerikaPresiden terpilih AS Joe Biden dan Kamala Haris (Twitter.com/JoeBiden)

Sementara, untuk isu perlakuan diskriminatif yang dialami oleh warga kulit hitam, Harris tegas menolak hal tersebut. Dalam beragam diskusi di televisi, ia tegas meminta agar polisi mengubah cara mereka menghadapi warga kulit hitam. Di akun media sosialnya, Harris menyerukan agar personel polisi yang membunuh Breonna Taylor segera ditangkap. 

Harian Inggris, The Guardian, pada 10 Agustus 2020 lalu melaporkan, Taylor yang masih 26 tahun itu ditembak dengan delapan peluru polisi pada Maret. Polisi yang tengah melakukan investigasi mengenai kasus narkoba tiba-tiba mendatangi rumah Taylor. Mereka bermaksud untuk menangkap perempuan yang bekerja sebagai teknis di ruang gawat darurat rumah sakit itu. 

Karena tak mengetuk pintu, kekasih Taylor mengira polisi itu maling. Kekasih Taylor pun langsung mengambil senjata dan mengarahkan ke polisi. Baku tembak pun tak terhindarkan. 

Lantaran peristiwa hukum yang tidak adil sering dialami oleh warga kulit hitam, maka muncul seruan agar anggaran bagi institusi kepolisian dipotong. Anggaran kemudian dialihkan untuk program sosial. Seruan itu ditentang oleh Joe Biden. 

Harris pun kemudian mengusulkan agar menata ulang praktik yang berlangsung di institusi kepolisian demi keselamatan publik. 

Baca Juga: Pidato Perdana Sebagai Presiden, Joe Biden Ajak Amerika Bersatu Lagi

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya