Comscore Tracker

KPK Ungkap Imam Nahrawi Terima Uang di Rumah Taufik Hidayat

KPK sebut Imam terima uang untuk amankan kasus adiknya

Jakarta, IDN Times - Sidang prapradilan tersangka eks Menpora Imam Nahrawi memasuki agenda mendengarkan jawaban pihak termohon yakni Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (5/11). Dari dokumen jawaban setebal 50 halaman itu, anggota biro hukum KPK mengungkap penerimaan duit suap bagi Imam. 

"Pada tahun 2018, total Rp11,5 miliar diterima oleh pemohon (Imam Nahrawi) melalui asisten pribadi Menpora yakni saudara Miftahul Ulum sebagai representasi pemohon. Uang Rp11,5 miliar itu diterima dari saudara Ending Fuad Hamidy (Sekjen KONI) sebagai commitment fee atas proses pengurusan sampai dengan pencairan proposal hibah yang diajukan oleh KONI ke Kemenpora pada tahun anggaran 2018," ujar anggota biro hukum di persidangan kemarin. 

Selanjutnya tahun 2017, KPK menyebut nama mantan pebulutangkis Taufik Hidayat. Ternyata uang Rp1 miliar diberikan kepada Miftahul Ulum di rumah Taufik.

"Akhir tahun 2017, (duit) dari Satlak Prima yang diambil oleh saudara Miftahul Ulum di rumah saudara Taufik Hidayat," kata anggota biro hukum KPK lagi. 

Dalam dokumen jawaban KPK yang dibaca oleh IDN Times, tercatat dua kali Miftahul harus mengambil duit suap itu. Pertama, pada akhir tahun 2017 dan kedua 12 Januari 2017. Nominal duit yang diambil di rumah Taufik pada awal 2017 mencapai Rp800 juta. 

Memang sebelumnya Taufik sempat menghadap KPK. Lalu komisi antirasuah itu juga membeberikan untuk apa Imam menerima duit.

1. Duit senilai Rp800 juta digunakan oleh Imam untuk mengamankan kasus adiknya di salah satu aparat penegak hukum

KPK Ungkap Imam Nahrawi Terima Uang di Rumah Taufik Hidayat(adik imam nahrawi syamsul arifin) IDN Times/Ardiansyah Fajar

Dalam dokumen jawaban praperadilan KPK, diuraikan sebagian dari duit suap yang diterima oleh Imam, digunakan untuk mengamankan kasus hukum adiknya yakni Syamsul Arifin di salah satu instansi penegak hukum. Duit yang disiapkan untuk mengamankan kasus itu mencapai Rp800 juta. 

KPK tidak menyebut kasus apa yang tengah membelit anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu dan aparat penegak hukum mana yang dimaksud. Apakah itu kepolisian atau kejaksaan agung. 

"Tanggal 12 Januari 2017 (duit) sebesar Rp800 juta diterima melalui saudara Taufik Hidayat untuk 'menyelesaikan' perkara pidana saudara Syamsul Arifin (adik pemohon) yang penanganannya dilakukan di salah satu instansi penegak hukum," kata anggota biro hukum KPK. 

Namun, duit senilai itu tidak cukup. Imam kembali meminta duit kepada Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy pada Noveber 2018 senilai Rp7 miliar. Permintaan duit itu disampaikan melalui Lina Nurhasanah untuk 'menyelesaikan' perkara adiknya, Syamsul Arifin. 

Penyebutan Syamsul di dokumen jawaban praperadilan KPK seolah merespons mengapa anggota DPRD dari fraksi PKB tersebut kerap menyebut komisi antirasuah telah menzalami kakaknya dengan penetapan status tersangka. 

Baca Juga: Menpora Baru yang Pernah Dipanggil KPK, Ini Rekam Jejak Zainudin Amali

2. Imam menerima Rp300 juta untuk kepentingan penyelenggaraan muktamar ormas keagamaan tertentu

KPK Ungkap Imam Nahrawi Terima Uang di Rumah Taufik HidayatMantan Menpora Imam Nahrawi (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Di dalam dokumen jawaban praperadilan itu, KPK juga menyebut Imam menerima duit senilai Rp300 juta dari asisten pribadinya Miftahul Ulum. Permintaan duit terjadi pada tanggal 6 Agustus 2015 lalu. 

Duit diserahkan oleh mantan Sekretaris Menpora, Safitra Salamm kepada Miftahul. 

"Uang sejumlah Rp300 juta dari Saudara Alfitra Salamm atas permintaan saudara Miftahul Ulum untuk kepentingan pemohon (Imam Nahrawi) pada acara muktamar salah satu ormas keagamaan," demikian kata anggota biro hukum KPK. 

Apabila ditelusuri ke belakang melalui pemberitaan beberapa tahun lalu, diduga acara muktamar yang dimaksud oleh KPK yakni Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur. Acara muktamar ke-33 itu terjadi pada 6 Agustus 2015 lalu. 

3. KPK sebut Imam terima Rp2 miliar untuk diserahkan ke Banggar DPR agar bisa meloloskan pengajuan olympic centre

KPK Ungkap Imam Nahrawi Terima Uang di Rumah Taufik HidayatIDN Times / Irfan Fathurohman

Selain itu, ada pula permintaan duit senilai Rp2 miliar dari Imam pada 2016 lalu. Duit itu diterima oleh asisten manajer pencairan anggaran Satlak Prima, Reiki Mamesah. 

"(Uang) sejumlah Rp2 miliar diterima melalui saudara Reiki Mamesah untuk diberikan kepada Banggar (Badan Anggaran) DPR RI agar memuluskan pengajuan anggaran olympic centre di APBN-P 2016," kata anggota biro hukum KPK kemarin. 

Komisi antirasuah turut mencantumkan berita acara pemeriksaan semua individu tersebut menjadi bukti. Putusan soal diterima atau tidak gugatan praperadilan Imam akan disampaikan oleh Hakim Tunggal Elfian pada Senin (11/11). Ikuti terus pemberitaannya hanya di IDN Times ya. 

https://www.youtube.com/embed/DC9Kr6xaHNE

Baca Juga: Imam Nahrawi Gugat KPK Soal Statusnya Sebagai Tersangka

Topic:

  • Doni Hermawan

Just For You